BREAKING NEWS
    742 view

    Cuaca di Kabupaten Solok Diwaspadai, Wagub Sumbar Koordinasi BMKG

    Waktu Baca: 3 menit
    Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy berkoordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca Kabupaten Solok. (Foto: ADPSB Setdaprov Sumbar)

    Solok, AyoSumbar.id – Cuaca di Kabupaten Solok menjadi perhatian setelah longsor melanda kawasan Aro Suka, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026). Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar) Vasko Ruseimy berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Selasa dinihari (22/9/2026) untuk memastikan perkembangan kondisi cuaca di wilayah tersebut.

    Koordinasi dilakukan melalui sambungan telepon seluler dengan BMKG. Informasi cuaca diperlukan karena hujan masih turun di sekitar lokasi longsor dan berpotensi memengaruhi proses penanganan bencana.

    Longsor di kawasan Aro Suka berdampak pada sejumlah akses jalan, kantor instansi pemerintahan, serta permukiman warga. Kondisi itu membuat potensi longsor susulan menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi.

    “Pemantauan kondisi cuaca penting dilakukan agar tim yang melakukan penanganan di lapangan tidak berisiko, mengingat saat ini hujan masih turun di lokasi kejadian. Keselamatan masyarakat dan petugas harus menjadi perhatian utama,” ujar Vasko.

    Vasko meminta BMKG memberikan informasi mengenai prakiraan cuaca di Kabupaten Solok dan wilayah sekitarnya. Ia secara khusus menanyakan potensi hujan berintensitas tinggi serta angin kencang yang dapat memengaruhi penanganan di lapangan.

    Kepala BMKG, Decky Irmawan, menyampaikan bahwa prakiraan cuaca pada 22 September 2026 menunjukkan Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan berpotensi mengalami hujan dan angin kencang.

    Menurut Decky, kondisi tersebut terutama berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari. Hujan berintensitas tinggi perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, termasuk tanah longsor.

    Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan pada wilayah dengan kondisi topografi dan tingkat kerentanan tertentu. Karena itu, perkembangan cuaca menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan bencana.

    Decky menjelaskan, longsor di Kabupaten Solok diperkirakan berkaitan dengan akumulasi intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Senin (21/9/2026) siang hingga sore hari.

    Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap kemungkinan pergerakan tanah masih perlu ditingkatkan. Di lokasi kejadian, proses penanganan juga menghadapi kendala berupa minimnya penerangan.

    “Akumulasi hujan yang cukup tinggi dapat meningkatkan potensi terjadinya longsor. Karena itu, kondisi cuaca di Kabupaten Solok dan potensi pergerakan tanah perlu terus diwaspadai, terutama oleh tim yang melakukan penanganan di lokasi,” jelas Decky.

    Informasi dari BMKG kemudian menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penanganan di lokasi bencana. Vasko meminta seluruh unsur yang terlibat memperhatikan perkembangan cuaca ketika melakukan pencarian, evakuasi warga, maupun pembersihan material longsor.

    “Informasi dari BMKG ini menjadi dasar bagi kita untuk mengantisipasi kondisi di lapangan. Tim harus tetap bergerak, tetapi keselamatan masyarakat dan petugas tidak boleh diabaikan,” tegas Vasko.

    Vasko mengatakan Pemprov Sumbar akan terus berkoordinasi dengan BMKG dan Pemerintah Kabupaten Solok. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan cuaca dan memastikan penanganan berlangsung secara terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat serta petugas. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *