BREAKING NEWS
    1,253 view

    Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Kejar Dukungan APBN 2027

    Waktu Baca: 6 menit
    Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Muhammad Dwi Richie (kanan), bersama Kabid P2HP Elvida, serta Kepala UPT SPP Pasia Nan Tigo, Titin Sumarni, saat audiensi terkait kebutuhan anggaran tahun 2027 di Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Foto: TimAS)

    Jakarta, AyoSumbar.id – Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang bergerak cepat mengambil langkah strategis untuk mendorong percepatan pembangunan sektor kelautan, perikanan, dan ketahanan pangan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) di Jakarta pada 13–16 Oktober 2026, guna memperjuangkan sejumlah program prioritas daerah agar mendapat dukungan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027.

    Kunjungan kerja tersebut dipimpin Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Muhammad Dwi Richie, yang baru dilantik pada 9 September 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan peluang pendanaan dari pemerintah pusat, terutama di tengah keterbatasan kapasitas anggaran daerah.

    Kunjungan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat memberikan sambutan dan pengarahan dalam agenda pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Padang. Dalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya kecepatan beradaptasi, inovasi, serta realisasi kerja nyata dari pejabat yang baru dilantik.

    “Pejabat yang baru dilantik harus segera menyesuaikan diri dan berinovasi melalui kerja nyata. Dengan keterbatasan APBD Kota Padang saat ini, silakan bergerak aktif ke kementerian untuk menjemput anggaran yang ada di pusat,” tegas Wali Kota Padang, Fadly Amran.

    Menindaklanjuti arahan tersebut, Muhammad Dwi Richie langsung melakukan serangkaian audiensi dengan sejumlah unit kerja eselon I dan II di lingkungan KKP RI. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Elvida, serta Kepala UPT Sentra Pengolahan Perikanan (SPP) Pasia Nan Tigo, Titin Sumarni.

    Kunjungan kerja tersebut menyasar empat lini strategis di lingkungan KKP RI, yakni Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, serta Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan.

    Melalui rangkaian pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Padang berupaya mendorong pengembangan sektor perikanan secara terintegrasi, mulai dari penguatan infrastruktur pengolahan hasil perikanan, pemberdayaan nelayan, pengembangan budi daya, hingga perluasan peluang investasi. Seluruh upaya itu diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

    Revitalisasi Sentra Pengolahan Pasia Nan Tigo dan Kampung Nelayan Tematik Batang Arau

    dinas perikanan dan pangan kota padang kejar
    Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Muhammad Dwi Richie (kiri), saat menyerahkan proposal untuk Program 2027 ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Foto: TimAS)

    Rangkaian audiensi diawali dengan pertemuan bersama Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry. Pertemuan tersebut membahas penguatan substansi proposal yang diajukan pemerintah daerah, sekaligus menyampaikan permohonan kesediaan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk melakukan kunjungan kerja ke Kota Padang.

    Selanjutnya, delegasi Pemerintah Kota Padang diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Erwin Dwiyana. Pertemuan ini berfokus pada usulan pengembangan UPT Sentra Pengolahan Perikanan (SPP) Pasia Nan Tigo.

    Pihak kementerian menyambut positif usulan tersebut dengan memprioritaskan alokasi revitalisasi UPT SPP Pasia Nan Tigo melalui APBN Tahun 2027. Dengan dukungan tersebut, fasilitas pengolahan perikanan itu diharapkan dapat bertransformasi menjadi etalase sentra pengolahan ikan berstandar nasional, sekaligus memiliki orientasi pengembangan pasar ekspor.

    Selain penguatan fasilitas pengolahan, Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang juga memperjuangkan pengembangan kawasan nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

    Dalam audiensi dengan Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan sekaligus Penanggung Jawab Program Unggulan Kampung Nelayan Merah Putih, Ady Chandra, pemerintah daerah mengusulkan agar proposal KNMP Batang Arau masuk dalam skala prioritas KNMP Tematik dengan dukungan pendanaan APBN Tahun 2027.

    Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Muhammad Dwi Richie, menjelaskan bahwa konsep yang diajukan tidak hanya berorientasi pada pengembangan kawasan nelayan, tetapi juga mengintegrasikan potensi wisata bahari dan wisata kuliner berbasis olahan ikan di kawasan Kota Tua.

    “Konsep yang kami sampaikan kepada Bapak Direktur adalah pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih Tematik Batang Arau yang terintegrasi dengan wisata bahari dan wisata kuliner olahan ikan di kawasan Kota Tua. Konsep ini sekaligus mendukung langkah Kota Padang yang sedang memperkuat posisinya menuju jejaring Kota Gastronomi UNESCO,” ujar Muhammad Dwi Richie.

    Gagasan integrasi kawasan nelayan dengan pariwisata gastronomi tersebut disambut antusias oleh Dr. Ady Chandra. Ia menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan peninjauan langsung ke Kota Padang.

    Avatar of M. Abdi Lubis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of M. Abdi Lubis
    M. Abdi Lubis
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *