BREAKING NEWS
    10,248 view

    Diskusi Publik Baiyo Batido jadi Tonggak Gerakan Membangun Nagari

    Waktu Baca: 3 menit
    Salah seorang niniak mamak menyampaikan pandangannya dalam diskusi publik Baiyo Batido di Hall Kantor Bupati Padang Pariaman, Selasa (15/7/2025). (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Diskusi publik Baiyo Batido bertajuk “Gerakan Bersama Membangun Nagari di Kabupaten Padang Pariaman” digelar di Hall Kantor Bupati Padang Pariaman, Selasa (15/7/2025).

    Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam menyatukan visi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan berbasis kearifan lokal. Diskusi itu menghadirkan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari akademisi, wali nagari, tokoh adat, hingga organisasi kepemudaan.

    Inisiatif diskusi publik Baiyo Batido sendiri merupakan respons atas keprihatinan terhadap kondisi daerah saat ini. Tujuannya untuk mendorong melahirkan langkah-langkah nyata menuju Padang Pariaman yang lebih maju dan berdaya saing.

    Akademisi yang juga tokoh populer di Sumbar yang dihadirkan yaitu Prof. Duski Samad. Ia akan mengulas terkait aspek religius dalam diskusi itu. Lalu Prof. Amril Amir yang memaparkan menyangkut adat dan budaya. Diskusi itu juga dimoderatori akademisi, yakni Hari Effendi Iskandar.

    Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), menegaskan bahwa diskusi publik Baiyo Batido adalah bukti nyata bahwa membangun daerah adalah tanggung jawab kolektif. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, serta tokoh adat dan agama.

    “Baiyo Batido bukan hanya slogan, tapi ajakan serius membangun kepercayaan dan kerja sama lintas sektor. Pembangunan bukan semata soal infrastruktur, tapi juga mencakup aspek moral, pendidikan, agama, dan akhlak,” ujar JKA.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan terlibat dalam diskusi ini. Menurutnya, gotong royong dan kebersamaan adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah secara merata dan berkelanjutan.

    Gerakan Konkret Lewat “Pati Kato”

    Diskusi publik Baiyo Batido menghasilkan sejumlah gagasan konkret yang diformulasikan dalam rekomendasi bernama Pati Kato. Rekomendasi ini menjadi dasar terbentuknya Gerakan Basamo Mambangun Nagari (GBMN), yang bertujuan menggerakkan pembangunan secara menyeluruh dan inklusif.

    Di antara langkah-langkah strategis GBMN yang disepakati adalah pembentukan pengurus yang melibatkan unsur tali tigo sapilin (niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai), pembentukan forum nagari sebagai wadah perencanaan pembangunan berbasis nilai lokal, serta penyelenggaraan muzakarah tali tigo sapilin yang dijadwalkan awal Agustus 2025.

    Gerakan ini juga menekankan pentingnya peran aktif perantau, baik dari segi ide maupun kontribusi sumber daya, untuk mendorong kemajuan nagari secara menyeluruh.

    Gerakan Spiritual dan Budaya sebagai Pilar Pembangunan

    Dalam pandangan Prof. Duski Samad, diskusi publik Baiyo Batido bukan sekadar wacana pembangunan, tetapi juga sebuah gerakan spiritual dan budaya. Ia menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari panggilan hati untuk membangun nagari yang kuat secara jati diri, ekonomi, dan nilai hidup.

    “Ini bukan proyek. Ini adalah panggilan kultural dan sosial yang membentuk nagari dengan jiwa yang cerah, ekonomi yang sejahtera, dan kehidupan yang bahagia,” ujar Prof. Duski.

    Melalui diskusi publik Baiyo Batido itu, masyarakat Padang Pariaman juga diingatkan kembali akan pentingnya membangun dari hati ke hati—tidak semata dari pinggir ke tengah. GBMN hadir untuk menegaskan identitas daerah, menguatkan struktur sosial, dan mendorong kemandirian ekonomi.

    Diharapkan, gerakan ini menjadi model pembangunan berbasis akar budaya dan moral yang bisa ditiru oleh daerah lain. Dengan sinergi yang berkesinambungan, Padang Pariaman optimis melangkah menuju masa depan yang inklusif, harmonis, dan berkemajuan. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *