BREAKING NEWS
    4,095 view

    Enam Jenazah Teridentifikasi, TPU Sungai Jariang kembali jadi Lokasi Pemakaman Massal

    Waktu Baca: 2 menit
    Proses pemakaman jenazah korban banjir bandang di Kecamatan Palembayan di TPU Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, Rabu (7/1/2026). (Foto: St. Batuah/TimAS)

    Agam, AyoSumbar.id — Enam jenazah korban banjir bandang di Kecamatan Palembayan, kembali dimakamkan secara massal di TPU Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, Rabu (7/1/2026). Pemakaman ini menjadi yang kedua, setelah sebelumnya 10 jenazah dikebumikan di lokasi yang sama.

    Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menyebutkan, enam jenazah tersebut terdiri dari empat perempuan, satu laki-laki, serta satu bagian tubuh manusia.

    Seluruhnya telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dan kini tinggal menunggu kehadiran keluarga sebagai pembanding akhir.

    “Semua jenazah sudah teridentifikasi. Tidak ada lagi korban yang hilang jejak,” ujar Gatot.

    Sebelum dimakamkan, keenam jenazah dishalatkan di Masjid Agung Nurul Falah, Lubuk Basung. Shalat jenazah dipimpin langsung Kapolda Sumbar, sementara doa dibacakan Ketua DPRD Agam Ilham. Usai prosesi, jenazah langsung dibawa ke TPU Sungai Jariang.

    Dengan pemakaman kali ini, total jenazah korban banjir bandang yang dimakamkan secara massal di TPU Sungai Jariang mencapai 16 orang. Seluruhnya ditemukan di wilayah Palembayan dan sekitarnya.

    Kapolda merinci, total korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan rangkaian bencana hidrometeorologi di Sumbar mencapai 253 orang.

    Dari jumlah itu, 222 korban telah teridentifikasi, masing-masing 110 laki-laki dan 112 perempuan. Sementara 31 jenazah masih dalam proses identifikasi, terdiri dari 14 laki-laki, 12 perempuan, dan lima bagian tubuh.

    “Polri bersama TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan terus memaksimalkan proses identifikasi hingga tuntas,” tegasnya.

    Bupati Agam Benni Warlis menyebut enam jenazah yang dimakamkan hari ini merupakan korban terakhir yang teridentifikasi di RSUD Lubuk Basung.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada DVI Mabes Polri, Kapolda Sumbar, dan seluruh pihak yang telah bekerja tanpa lelah,” ujarnya.

    Bencana banjir bandang, longsor, banjir, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Agam pada akhir November 2025. Korban meninggal dunia tersebar di sejumlah kecamatan, dengan Palembayan menjadi wilayah terdampak terparah, mencapai 136 orang.

    Pemerintah Kabupaten Agam resmi memasuki masa transisi dari tanggap darurat sejak 6 Januari 2026, seiring berakhirnya fase pencarian dan identifikasi korban. (*)

    Avatar of St Batuah
    Avatar of St Batuah
    Avatar of St Batuah
    St Batuah
    Penulis
    Avatar of St Batuah
    St Batuah
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *