BREAKING NEWS

    Hari Ketiga Pencarian di Sungai Batang Hari, Operator Timpek Belum Ditemukan

    Waktu Baca: 2 menit
    Hari kedua pencarian korban hanyut di Sungai Batang Hari Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Ardi/TimAs

    Solok Selatan,Ayosumbar.id — Upaya pencarian terhadap operator perahu tradisional jenis timpek yang hilang di aliran Sungai Batang Hari masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hingga memasuki hari ketiga, Senin (16/3/2026), korban bernama Wis Efendi (55) belum juga berhasil ditemukan.

     

    Kepala Basarnas Solok Selatan, Vivin Hans Prima, mengatakan tim terus melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai sejak pagi hari. Pencarian dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan menyusuri bagian hilir Sungai Batang Hari dari Kampung Baru hingga ke sekitar lokasi kejadian di Koto Ranah.

     

    “Di hari ketiga ini tim SAR menyisir sepanjang aliran sungai ke arah hilir, namun korban masih belum berhasil ditemukan. Pencarian akan kembali dilanjutkan besok,” ujar Vivin.

     

    Menurutnya, penyisiran dilakukan secara intensif dengan memeriksa berbagai titik yang berpotensi menjadi tempat korban tersangkut, termasuk semak-semak di sepanjang tepian sungai. Pencarian tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim SAR, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD hingga masyarakat setempat.

     

    Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di kawasan Pulau Panjang. Saat itu perahu timpek yang dikemudikan Wis Efendi menghantam batu karang di tengah aliran sungai.

     

    Benturan keras membuat perahu kehilangan kendali dan menyebabkan Wis Efendi terjatuh ke sungai serta terseret arus deras. Sementara dua penumpang yang berada di atas perahu berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang ke tepi sungai.

     

    Wis Efendi diketahui berangkat dari rumahnya untuk menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai operator perahu penyeberangan yang melayani masyarakat di Sungai Batang Hari.

     

    Sejak laporan kejadian diterima, tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi insiden.

    Namun proses pencarian tidak berlangsung mudah. Tim di lapangan harus menghadapi sejumlah kendala, di antaranya debit air sungai yang meningkat serta kondisi akses jalan menuju lokasi yang berlumpur dan sulit dilalui.

     

    Meski hingga hari ketiga korban belum ditemukan, tim SAR memastikan pencarian akan terus dilanjutkan dengan harapan korban segera ditemukan demi memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu. (adi)

    Avatar of Arditono
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Penulis

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *