Kabut Asap Belum Mereda, Berdampak pada Aktivitas Dunia Pendidikan
Solok Selatan, AyoSumbar.id – Dampak kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kabupaten Solok Selatan mendorong pemerintah daerah mengambil langkah antisipatif demi melindungi kesehatan peserta didik.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyesuaikan kegiatan belajar mengajar mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Melalui kebijakan tersebut, satuan pendidikan Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK) diminta menghentikan sementara kegiatan pembelajaran di sekolah. Sementara itu, peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan SMP melaksanakan pembelajaran dari rumah dengan sistem pemberian tugas terstruktur.
Penyesuaian kegiatan pendidikan ini diberlakukan selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu, 18–19 September 2026. Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi udara untuk menentukan langkah selanjutnya sesuai tingkat paparan kabut asap di wilayah Solok Selatan.
Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi kualitas udara yang belum menunjukkan perbaikan berarti. Dalam empat minggu terakhir, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Solok Selatan dilaporkan terus berada pada kategori tidak sehat sehingga berpotensimengganggu kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.
Keputusan ini dituangkan dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan Nomor 420/0818/Disdik/2026 tertanggal 17 September 2026.
Orang Tua Diminta Awasi Anak Selama di Rumah
Selain menyesuaikan sistem pembelajaran, seluruh satuan pendidikan diminta menyampaikan informasi kebijakan tersebut kepada orang tua atau wali murid. Keluarga diharapkan turut memastikan anak tetap menjalankan kegiatan belajar sesuai arahan sekolah sekaligus menjaga kesehatan selama kondisi udara belum membaik.
Pemerintah juga mengimbau anak-anak untuk lebih banyak beraktivitas di dalam rumah dan membatasi kegiatan di luar ruangan guna mengurangi risiko terpapar kabut asap.
Apabila terdapat keperluan mendesak yang mengharuskan anak keluar rumah, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang perlu diperhatikan.
Penyesuaian ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan proses pendidikan tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan peserta didik. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan pun akan terus mengevaluasi kebijakan tersebut berdasarkan perkembangan kualitas udara di daerah.
Di tengah kondisi kabut asap yang belum kondusif, kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi penting agar anak-anak tetap terlindungi dan kegiatan belajar dapat berlangsung dengan baik. (Adi)
