BREAKING NEWS
    5,068 view

    Kasus HIV di Padang Turun Signifikan, Dinkes Intensifkan Skrining dan Edukasi

    Waktu Baca: 2 menit
    Kadinkes Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, menjelaskan bahwa kasus HIV di Padang mengalami penurunan yang signifikan. (Foto: Diskominfo Padang)

    Padang, AyoSumbar.id – Kasus HIV di Padang kembali menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan Kota Padang menilai capaian ini terjadi karena pihaknya terus menggerakkan skrining terhadap kelompok berisiko serta memperluas edukasi pencegahan HIV di berbagai lini.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, menyebut total temuan kasus HIV di Padang selama 13 tahun terakhir (2012–2025) hanya berjumlah 1.834 kasus. Ia menegaskan bahwa angka tersebut menggambarkan situasi yang relatif terkendali.

    Menurutnya, penemuan kasus HIV di Padang dalam dua tahun terakhir juga menurun signifikan. Sepanjang Januari–Desember 2024, petugas mencatat 234 kasus baru. Sementara pada Januari–September 2025 jumlahnya turun menjadi 192 kasus.

    “Jika melihat perbandingan tahunan, kita melihat tidak ada kenaikan kasus baru HIV di Kota Padang,” jelasnya seperti dilansir Diskominfo Padang, Jumat (21/11/2025).

    Dari 192 kasus HIV di Padang pada tahun 2025, sebanyak 87 kasus atau 45 persen berasal dari warga Kota Padang. Sisanya, 105 kasus (55 persen), merupakan pasien dari luar Padang, baik dari wilayah Sumatera Barat maupun provinsi lain.

    Temuan kasus sepanjang tahun ini tersebar di sejumlah fasilitas layanan Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) HIV, termasuk RSUP M Djamil, RS Yos Sudarso, RST Reksodiwiryo, dan RSUD dr. Rasidin.

    Selain itu, RS Hermina, RS Unand, RS Naili DBS, RSI Siti Rahmah, serta tujuh puskesmas seperti Seberang Padang, Andalas, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Buaya, Ulak Karang, Pauh, dan Lubuk Begalung. Satu kasus juga terdeteksi melalui layanan di Klinik Cemara PKBI.

    Srikurnia menegaskan bahwa menurunnya kasus HIV di Padang disebabkan oleh masifnya kegiatan skrining, penyuluhan, dan edukasi tentang pencegahan HIV.

    Dinkes menggerakkan edukasi ke sekolah, kampus, serta komunitas, dan menyediakan skrining bagi kelompok berisiko seperti LGBT, pekerja seks, pasangan ODHIV, dan warga binaan pemasyarakatan.

    “Kami meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui workshop dan pelatihan terkait HIV dan IMS. Kami juga mendorong lebih banyak fasilitas kesehatan swasta untuk terlibat dan memperkuat jejaring lintas sektor dalam penanggulangan HIV,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa beberapa kabupaten/kota di Sumbar sudah mulai aktif menyediakan layanan tes dan pengobatan HIV, sehingga turut menekan angka temuan di Kota Padang.

    Meski kasus HIV di Padang menurun, Srikurnia mengingatkan masyarakat agar terus menjaga perilaku aman dan menghindari aktivitas berisiko seperti seks bebas. Ia juga mendorong warga melakukan tes HIV gratis di puskesmas atau rumah sakit.

    “Bagi yang sudah terinfeksi HIV, mohon patuhi pengobatan dan jangan sampai menularkan kepada orang lain,” imbaunya. Ia juga meminta keluarga ODHIV memberikan dukungan penuh dan tidak memunculkan stigma.

    “Mari kita jaga generasi muda dari HIV. Hindari penyakitnya, bukan orangnya,” tutupnya. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Arditono
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *