Khairuddin Simanjuntak: Dari Perjuangan Hidup hingga Mengawal Pembangunan Jalan Strategis Pasaman
Khairuddin Simanjuntak menjadi salah satu tokoh yang dinilai berperan dalam mendorong terwujudnya rehabilitasi Jalan Ruas Padang Sawah–Kumpulan (P.068) Paket 2 di Kabupaten Pasaman. Proyek yang mulai dikerjakan pada 14 Juli 2026 itu diharapkan meningkatkan konektivitas sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
BERDASARKAN papan informasi proyek, rehabilitasi jalan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp13.599.232.811 dengan masa pelaksanaan selama 160 hari kalender. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Aura Mandiri Sejahtera melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat.
Realisasi pembangunan itu tidak terlepas dari proses panjang yang melibatkan penyerapan aspirasi masyarakat, pembahasan anggaran hingga pengawalan pelaksanaan. Dalam proses tersebut, Khairuddin Simanjuntak dikenal konsisten memperjuangkan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.
Khairuddin lahir di Jorong Suka Damai, Nagari Panti, Kabupaten Pasaman dari keluarga sederhana. Sejak kecil ia telah kehilangan kedua orang tuanya sehingga harus bekerja sebagai penambang pasir di sungai demi melanjutkan pendidikan.
Setelah menyelesaikan pendidikan, ia merantau ke Jambi, Batam, dan Medan. Di perantauan, Khairuddin pernah bekerja sebagai kernet dan sopir sebelum aktif sebagai aktivis pada era Reformasi 1998, pengalaman yang kemudian membentuk kepeduliannya terhadap persoalan masyarakat.
Sekembalinya ke Pasaman, ia aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Karier politiknya dimulai melalui Partai Bintang Reformasi (PBR) pada 2004. Meski belum berhasil pada pemilu pertamanya, ia tetap membangun komunikasi dengan masyarakat.
Kepercayaan publik akhirnya diperoleh pada Pemilu 2009 ketika terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Pasaman periode 2009–2014. Pada periode 2014–2019, ia kembali dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Pasaman melalui Partai Gerindra.
Pengalaman tersebut mengantarkannya ke tingkat provinsi. Khairuddin terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat periode 2019–2024 dan kembali memperoleh mandat masyarakat untuk periode 2024–2029.
Selain menjalankan tugas sebagai legislator, Khairuddin juga dipercaya sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat. Kiprahnya di bidang organisasi juga terlihat melalui amanah sebagai Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Sumatera Barat periode 2025–2029.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Ketua IPSOPARA (Ikatan Sopir Panti Rao). Khairuddin juga menjadi pembina Komunitas Becak Motor Panti serta ISMAP (Ikatan Seni Musisi Artis Pasaman) sebagai bagian dari komitmennya membina berbagai elemen masyarakat.
Salah satu hasil perjuangan yang kini mulai dirasakan masyarakat adalah dimulainya rehabilitasi Jalan Padang Sawah–Kumpulan. Ruas ini telah berkembang menjadi jalur alternatif utama menuju Kota Padang maupun ke Kabupaten Pasaman sehingga keberadaan jalan yang lebih baik diharapkan mempercepat mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Apresiasi terhadap konsistensi Khairuddin Simanjuntak disampaikan Ulul Azmi, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau yang juga merupakan putra asli Kabupaten Pasaman.
“Saya mengapresiasi perjuangan Bapak Khairuddin Simanjuntak yang selama ini konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat Pasaman dan Pasaman Barat. Sebagai putra daerah, saya memahami betapa pentingnya ruas Jalan Padang Sawah–Kumpulan,” jelas Ulul Azmi.
“Saat ini jalan tersebut telah menjadi jalur alternatif utama bagi masyarakat dan para pengendara menuju Kota Padang maupun sebaliknya ke arah Pasaman. Kehadiran proyek rehabilitasi ini tentu menjadi kabar baik yang telah lama dinantikan masyarakat,” sambungnya.
Menurut Ulul Azmi, pembangunan infrastruktur harus dipandang sebagai investasi jangka panjang karena memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.
“Harapan kita bersama, pekerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, serta diawasi secara profesional sehingga menghasilkan kualitas jalan yang baik dan tahan lama. Infrastruktur yang berkualitas bukan hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, dan membuka peluang pembangunan di berbagai sektor.”
Ia juga berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar semakin banyak pembangunan strategis dapat diwujudkan di Kabupaten Pasaman.
Rehabilitasi Jalan Padang Sawah–Kumpulan diharapkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan. Kehadiran jalan yang layak tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. (*)
