BREAKING NEWS
    1,176 view

    Korban Banjir Bandang di Kabupaten Solok Dapat Bantuan dari Bukittinggi

    Waktu Baca: 3 menit
    Wako Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, bersama Bupati Solok saat berdialog dengan warga di pengungsian usai menyerahkan bantuan untuk korban banjir bandang di Kabupaten Solok. (Foto: Diskominfo Bukittingi)

    Bukittinggi, AyoSumbar.id – Korban banjir bandang di Kabupaten Solok mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Bukittinggi yang disalurkan langsung ke lokasi bencana pada Sabtu (25/6/2026).

    Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bersama sejumlah kepala SKPD membawa bantuan berupa kebutuhan rumah tangga serta dukungan donasi untuk warga terdampak. Bantuan itu juga menjadi bentuk dukungan sosial Pemko Bukittinggi kepada Pemerintah Kabupaten Solok.

    Bantuan  dari Pemko Bukittinggi yang diserahkan antara lain magic com, kompor gas, termos air, kuali, serta peralatan shalat. Baznas Bukittinggi turut memberikan bantuan Rp10 juta dalam bentuk 30 tabung gas beserta slang paket dan 20 penanak nasi.

    Ramlan menyampaikan belasungkawa atas bencana yang menimpa warga dan Pemerintah Kabupaten Solok. Menurutnya, bantuan yang dihimpun dari ASN dan masyarakat Bukittinggi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.

    “Kami turut berduka atas bencana yang menimpa warga serta Pemerintah Kabupaten Solok. Kami berharap, warga tabah menjalani situasi ini. Semoga bantuan yang kami berikan, dapat meringankan beban korban bencana banjir bandang ini. Bantuann kita kumpulkan dari ASN dan masyarakat Bukittinggi,” ungkap Wako Ramlan.

    Ia juga meminta warga terdampak tetap sabar menghadapi kondisi setelah bencana. Ramlan menegaskan pemerintah akan terus berada bersama masyarakat dalam proses penanganan bencana.

    “Yakinlah, pemerintah akan selalu hadir di tengah masyarakat. Wapres RI sudah datang, Gubernur, Wakil Gubernur, Kepala Daerah se Sumbar. Kita semua akan bergandengan tangan untuk membantu menyelesaika persoalan yang ada” tambah Wako.

    Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kota Bukittinggi. Ia menilai bantuan  dari Pemko Bukittinggi tersebut memberikan manfaat bagi warga yang terdampak banjir bandang.

    “Kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Bukittinggi. Kebersamaan yang dijalin, tentu dapat memberikan semangat bagi kami Pemkab Solok, untuk segera bangkit dan membantu serta melayani warga, terutama mereka yang terdampak. Dengan perhatian dari Pemko dan warga Bukittinggi, berarti kami tidak sendiri. Terima kasih Pak Wali Kota, terima kasih masyarakat Bukittinggi,” ungkap Jon Pandu.

    Jon Firman Pandu juga memaparkan kondisi bencana yang terjadi di Kabupaten Solok. Banjir bandang melanda pada Senin, 21 September 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.

    Dua orang meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang ketika bencana terjadi. Tim gabungan menemukan korban pertama dalam keadaan meninggal pada hari pertama pencarian, Selasa, sekitar pukul 13.30 WIB.

    Korban kedua ditemukan pada hari kelima operasi SAR, Jumat, 25 September 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Selain korban meninggal, satu orang mengalami luka berat dan tiga orang lainnya mengalami luka ringan.

    Pemkab Solok mencatat sebanyak 480 warga terdampak banjir bandang. Sebagian warga mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga, sementara lainnya berada di sejumlah lokasi pengungsian.

    Bencana tersebut turut merusak berbagai infrastruktur dan fasilitas. Enam gedung perkantoran, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kendaraan, jembatan, sawah, lahan kering, serta puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat.

    “Total kerugian sementara yang ditaksir mencapai sekitar Rp300 miliar,” ungkapnya.

    Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Solok menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 22 September hingga 5 Oktober 2026. Penanganan darurat mencakup pencarian korban, evakuasi warga, serta pengoperasian posko dan dapur umum.

    Petugas juga melakukan pembersihan jalan, sungai, dan fasilitas pemerintahan. Distribusi logistik, pelayanan warga yang terluka, serta koordinasi lintas pemerintahan menjadi bagian dari penanganan bencana.

    Banjir bandang bermula setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Kondisi tersebut membuat debit Sungai Batang Laso meluap hingga mencapai kawasan permukiman dan perkantoran.

    Dukungan dari Pemerintah Kota Bukittinggi dan masyarakatnya menjadi bagian dari bantuan bagi korban banjir bandang di Kabupaten Solok yang masih menjalani masa tanggap darurat. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *