Langkah Lahirkan Padang Pariaman Selatan makin Dekat, Niniak Mamak 5 Kecamatan Sepakat
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Kabupaten Padang Pariaman Selatan menjadi cita-cita besar yang terus dikejar para tokoh dan niniak mamak dari 5 kecamatan. Yakni Batang Anai, Lubuak Aluang, Sintuak Toboh Gadang, Nan Sabaris, dan Kecamatan Ulakan Tapakih.
Usulkan membentuk Padang Pariaman Selatan terus berjalan maraton. Musyawarah terbaru yang dilakukan niniak mamak dan sejumlah tokoh masyarakat pada Rabu (6/8/2025). Hasilnya, mereka sepakat membulatkan niat dengan musyawarah mulai dari tingkat korong.
Pucuak Adat Nan Berulayat di Katapiang, B. Rangkayo Rajo Sampono, dalam musyawarah menegaskan bahwa niat pihaknya sudah sangat kuat membentuk Padang Pariaman Selatan. Jika itu tidak terwujud, pihaknya bakal memilih menyeberang ke Kota Padang.
“Saya sangat cinta dengan Padang Pariaman ini. Makanya, saya ingin menyelamatkannya dengan mendukung pemekaran. Kalau tidak, tentu kita pindah ke Padang, agar beban itu terkurangi,” ujar Rajo Sampono dikutip pada Jumat (8/8/2025).
Ia pun mengungkapkan, peluang Katapiang masuk ke Kota Padang itu terbuka lebar. Pihaknya sudah mencoba diskusi dengan tokoh dan sejumlah pejabat daerah di Padang. “Jadi, mereka hanya butuh kesepakatan niniak mamak Katapiang,” bebernya.
Untuk itu, Rajo Sampono menekankan agar pembentukan Kabupaten Padang Pariaman Selatan benar-benar menjadi komitmen bulat niniak mamak dan tokoh masyarakat. Baik yang di Batang Anai, Lubuak Aluang, Sintuak Toboh Gadang, Nan Sabaris ataupun Ulakan Tapakih.
“Jangan kita sampai ‘angek-angek cirik ayam’ (kendor, red), dalam memperjuangkan pembentukan Padang Pariaman Selatan ini. Jadi, komitmen ini harus kita jaga bersama sampai tercapai,” tukasnya.
Pernyataan Rajo Sampono disambut oleh tokoh masyarakat Nagari Kasang, Hamardian. Ia pun menegaskan jika ujungnya Katapiang memilih merapat ke Padang lantaran Padang Pariaman Selatan tak terbentuk, pihaknya juga menginginkan itu.
“Nagari Kasang tentu tidak ingin ditinggalkan. Sebab sekarang saja kami sudah menjadi penyangga. Jadi, bawa juga kami ke Kota Padang kalau kita tidak bisa mekar jadi Kabupaten Padang Pariaman Selatan,” tegas tokoh yang pernah menjadi Anggota DPRD Padang Pariaman tersebut.
Tokoh masyarakat yang juga proaktif menggalang dukungan untuk membentuk Padang Pariaman Selatan yaitu Happy Neldy. Menurutnya, apabila Kabupaten Padang Pariaman Selatan terwujud, percepatan pembangunan akan terasa nyata. Gairah ekonomi, politik, dan sosial akan bergerak pesat.
“Rancangan ini akan kita bawa ke DPRD, lalu ke tingkat provinsi, hingga akhirnya ditetapkan melalui undang-undang di tingkat pusat,” tegas tokoh masyarakat Lubuak Aluang yang pernah lama menjadi Anggota DPRD Padang Pariaman ini.
Happy pun mengatakan, memekarkan Padang Pariaman adalah solusi terbaik dalam menyikapi kesulitan keuangan daerah. “Sekarang saja, belanja pegawai sudah lebih dari 50 persen. Padahal, aturannya kan maksimal 30 persen. Bagaimana kita berharap untuk aspirasi masyarakat diakomodir,” jelasnya.
Untuk itu, sambungnya, sudah sepatutnya Padang Pariaman Selatan dibentuk. Setidaknya sedikit mengurangi beban Kabupaten Padang Pariaman yang kekurangan defisit akibat efisiensi. “Semoga niat baik kita ini segera tercapai,” tukasnya.
Dalam upaya mencapai pemekaran Kabupaten Padang Pariaman ini, para niniak mamak dan tokoh masyarakat yang terlibat menunjuk Happy Neldy sebagai koordinator utamanya. Lalu Basri Syafrizal Datuak Srimaharajo Dirajo memimpin tim ahli. (*)
