AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
11,431 view

Literasi di Payakumbuh Menguat, Siswa dan Guru Lahirkan Buku dengan Cerita Menarik

Gambar yang menjelaskan lebih dalam terkait Literasi di Payakumbuh, SMP Negeri 8 Payakumbuh, SMPN 8 Payakumbuh.
Wawako Payakumbuh, Elzadaswarman, saat menerima buku hasil kolaborasi tulisan karya guru dan siswa fi SMPN 8 Payakumbuh, Jumat (18/7/2025). (Foto: Diskominfo Payakumbuh)

Payakumbuh, AyoSumbar.id – Literasi di Payakumbuh kembali menunjukkan geliat positif dengan diluncurkannya sebuah buku kolaboratif karya guru dan siswa SMP Negeri 8 Payakumbuh.

Kegiatan peluncuran yang berlangsung Jumat (18/7/2025) di Kelurahan Labuah Basilang, Kecamatan Payakumbuh Barat, menjadi bukti nyata bahwa semangat membaca dan menulis terus berkembang di lingkungan pendidikan kota tersebut.

Buku berjudul “Ketika Cita-citaku Setinggi Langit, Maka Aku akan Berusaha untuk Menggapainya Walaupun Hanya Setinggi Bintang” ini merupakan kumpulan tulisan inspiratif yang dirangkai dalam rangka program literasi sekolah.

Karya tersebut menjadi simbol kolaborasi yang kuat antara tenaga pendidik dan pelajar dalam menumbuhkan budaya literasi di Payakumbuh secara menyeluruh.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman—yang akrab disapa Om Zed—hadir langsung dalam acara peluncuran tersebut. Ia menyampaikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif SMPN 8 Payakumbuh yang dinilainya mampu menjadi contoh dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis literasi.

“Saya sangat bangga dan terharu melihat hasil karya luar biasa dari siswa dan guru kita. Sekolah bukan hanya tempat mengajar, tapi juga ruang untuk menumbuhkan kreativitas dan mengekspresikan diri,” ungkap Om Zed di hadapan ratusan peserta.

Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai inspirator yang tidak hanya mengajar, tetapi juga berkarya. Menurutnya, buku yang diterbitkan ini menjadi cerminan dari dedikasi para pendidik dalam membimbing generasi muda dengan pendekatan yang kreatif dan inspiratif.

“Anak-anak kita harus diajak berpikir terbuka, kreatif, dan percaya diri. Menulis sejak dini adalah langkah besar menuju generasi yang kritis dan cakap menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.

Kepala SMPN 8 Payakumbuh, Hendri, menyampaikan bahwa proses penyusunan buku dimulai sejak akhir 2024 dan melibatkan berbagai unsur sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga alumni.

Ia menyebut proses tersebut melewati serangkaian pelatihan menulis, pendampingan kreatif, hingga kurasi konten.

“Kami mengedepankan semangat kolaboratif dalam menyelesaikan proyek ini. Bahkan karena banyaknya penulis baru yang ingin terlibat, proses penerbitan sempat tertunda demi memastikan kualitas karya tetap terjaga,” terang Hendri.

Acara peluncuran turut dimeriahkan dengan pembacaan puisi, sesi bedah buku, dan penyerahan buku secara simbolis kepada Wakil Wali Kota sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya terhadap pengembangan literasi di Payakumbuh.

Melalui penerbitan buku ini, SMPN 8 Payakumbuh berharap dapat menginspirasi sekolah lain untuk aktif menciptakan ruang-ruang literasi yang produktif dan inklusif, sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang lebih bermakna di Kota Payakumbuh. (*)

Avatar of Putri Maharani
Avatar of Aprizal Noer
Putri Maharani
Penulis
Aprizal Noer
Editor
Exit mobile version