AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
868 view

Mahyeldi Sambut Irjen Pol Jawari, Sinergi Jadi Kunci Stabilitas Daerah

Visualisasi yang merangkum perkembangan signifikan dalam kasus Irjen Pol Jawari.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan sambutan dalam acara Kenal Pamit Kapolda Sumbar di Gedung Rangkayo Basa Polda Sumbar, Kamis (8/10/2026), sekaligus menyampaikan apresiasi atas pengabdian Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy. (Foto: Adpim Setdaprov Sumbar)

Padang, AyoSumbar.id – Kapolda Sumbar, Irjen Pol Jawari, diharapkan dapat melanjutkan berbagai praktik baik yang telah dibangun pendahulunya, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy. Terutama dalam memperkuat sinergi keamanan dan pembangunan daerah.

Harapan itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat menghadiri acara Kenal Pamit Kapolda Sumbar di Gedung Rangkayo Basa Polda Sumbar, Kamis (8/10/2026). Mahyeldi menilai kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, Forkopimda, dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk menjaga kondisi daerah tetap kondusif.

Irjen Pol Jawari menyatakan siap meneruskan program dan kerja sama yang sudah berjalan selama kepemimpinan sebelumnya. Ia juga meminta dukungan serta arahan dari pemerintah daerah dan masyarakat Sumbar.

“Sebagai orang baru, kami mohon izin agar kami diterima menjadi salah satu bagian dari masyarakat Sumatera Barat. Kami berkomitmen akan melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh Pak Kapolda yang lama,” ujar Jawari dikutip Jumat (9/10/2026).

Menurut Jawari, kepolisian tidak dapat menjalankan tugas sendirian. Ia ingin membangun kerja bersama Gubernur, Forkopimda, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga Sumatera Barat tetap aman dan kondusif sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Kami hadir ke sini tidak untuk berjalan sendirian, tetapi berjalan bersama Bapak Gubernur, Forkopimda, dan seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama menyukseskan dan mengamankan Sumatera Barat sehingga terwujud Sumatera Barat yang aman dan kondusif,” katanya.

Mahyeldi menyampaikan terima kasih kepada Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy beserta keluarga atas pengabdiannya selama memimpin Polda Sumbar. Meski masa tugasnya relatif singkat, Mahyeldi menyebut sejumlah langkah Djati memberikan dampak bagi masyarakat dan memperkuat hubungan antarlembaga.

Salah satu yang disorot ialah koordinasi Polda Sumbar dengan Pemerintah Provinsi, TNI, Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan. Mahyeldi juga menilai upaya penegakan hukum yang profesional dan berintegritas turut memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

“Walaupun waktunya begitu pendek, tetapi banyak meninggalkan jejak-jejak positif yang bermanfaat untuk daerah masyarakat di Sumatera Barat. Terima kasih Bapak Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy,” ucapnya.

Mahyeldi turut mengapresiasi keterbukaan Djati dalam berkomunikasi dengan masyarakat dan insan pers melalui forum “Duduak Basamo”. Menurutnya, pola komunikasi tersebut sejalan dengan budaya Minangkabau yang mengutamakan musyawarah, kebersamaan, dan penyelesaian persoalan melalui komunikasi.

“Dengan duduk bersama, banyak hal yang bisa kita kolaborasikan dan sinergikan. Tetapi ketika sendiri, tentu kita memiliki keterbatasan sehingga hasilnya pun akan menjadi kurang optimal,” ujarnya.

Penguatan integritas internal jajaran Polda Sumbar juga menjadi bagian yang diapresiasi Mahyeldi. Ia mencontohkan keterlibatan kepolisian dalam menangani persoalan masyarakat, termasuk ketika banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Solok.

Dalam penanganan bencana tersebut, kepolisian terlibat dalam pencarian warga yang hilang serta menyediakan dapur bagi masyarakat terdampak. Mahyeldi menilai langkah itu menunjukkan kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Walaupun pendek dari segi waktu, tetapi dampaknya kepemimpinannya begitu terasa bagi masyarakat Sumatera Barat,” ungkap Mahyeldi.

Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi, Forkopimda, jajaran kepolisian, dan masyarakat Sumbar atas dukungan selama sekitar tiga bulan masa kepemimpinannya di Polda Sumbar.

Ia mengatakan berbagai dinamika masyarakat selama bertugas membutuhkan respons yang cepat dan kolaboratif. Djati juga berpesan agar komunikasi dengan masyarakat terus diperkuat.

Menurutnya, karakter masyarakat Sumbar yang terbuka membutuhkan pelayanan kepolisian yang cepat dan responsif. Ia berharap kerja sama Polri dengan pemerintah daerah dan masyarakat tetap terjaga untuk mendukung pembangunan Sumbar.

“Polri bersama masyarakat, kita akan terus lakukan langkah-langkah dan upaya untuk berkolaborasi bersama masyarakat menjaga situasi kamtibmas di Sumatera Barat agar tetap kondusif, sehingga dapat membantu Bapak Gubernur dalam membangun daerah,” katanya.

Djati kemudian menyampaikan permohonan pamit karena mendapat amanah baru di Badan Reformasi Agraria Nasional. Ia juga meminta maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat ucapan atau tindakan yang kurang berkenan.

Mahyeldi selanjutnya mengajak seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat untuk mempertahankan kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Kepada Jawari, ia berharap berbagai hal positif yang telah dibangun pada masa kepemimpinan Djati dapat diteruskan dan diperkuat. “Selamat bertugas di Ranah Minang, Sumatera Barat. Mudah-mudahan hal-hal positif yang selama ini telah dihadirkan dapat terus diperkuat pada masa kepemimpinan Bapak Irjen Pol Jawari,” ucap Mahyeldi. (*)

Avatar of Aprizal Noer
Avatar of Aris Prima Gunawan
Aprizal Noer
Penulis
Aris Prima Gunawan
Editor
Exit mobile version