BREAKING NEWS
    2,926 view

    Musrenbang Sangir Jujuan Fokuskan Infrastruktur dan Pertanian untuk RKPD 2027

    Waktu Baca: 2 menit
    Penyerahan dokumen Musrembang dari Sekcam Sangir Jujuan Yosepriadi kepada Asisten Administrasi dan Umum Irwanesa mewakili Bupati Solsel, Rabu (3/2/2026) di Kantor Camat SJJ. Ardi/TimAs

    Solok Selatan,Ayosumbar.id — Proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Solok Selatan tahun 2027 resmi bergulir. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pun mulai dilaksanakan secara bertahap, menjadi ruang penting bagi masyarakat menyampaikan aspirasi pembangunan.

     

    Di Kecamatan Sangir Jujuan, sejumlah usulan strategis berhasil disepakati dalam rangkaian pra-Musrenbang. Pembangunan dan rehabilitasi jembatan permanen di beberapa lokasi menjadi salah satu prioritas utama. Selain itu, masyarakat juga mengusulkan perbaikan jaringan irigasi serta tali bandar guna menunjang produktivitas sektor pertanian.

     

    Tak hanya infrastruktur dasar, perhatian juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan fasilitas sosial. Usulan pembangunan sarana olahraga untuk masyarakat serta rehabilitasi sejumlah sekolah turut mengemuka.

     

    Sektor pertanian kembali diperkuat melalui permintaan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta penyediaan bibit tanaman.

     

    “Seluruh aspirasi tersebut dihimpun dalam kegiatan pra-Musrenbang yang digelar pada 2 Februari 2026, sebagai dasar pembahasan pada Musrenbang tingkat kecamatan hingga kabupaten,” kata Asisten Administrasi dan Umum, Irwanesa mewakili Bupati Solsel, Rabu (3/2/2026) didampingi Camat Sangir Jujuan Elfi Hendri di Kantornya.

    Ia menegaskan bahwa Musrenbang merupakan instrumen penting untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

     

    Ia mengakui bahwa periode 2025–2026 menjadi masa yang tidak mudah, diwarnai tantangan global dan nasional, mulai dari dinamika geopolitik dan ekonomi, bencana, hingga kebijakan efisiensi anggaran.

     

    “Kondisi ini menuntut kita untuk lebih bijak, cermat, dan berhati-hati dalam merencanakan pembangunan. Namun tantangan tersebut tidak boleh mengendurkan semangat kita untuk terus bergerak maju,” jelasnya.

     

    Irwanesa juga menyampaikan harapan agar situasi pada tahun 2027 dapat membaik, seiring dengan upaya daerah untuk terus berinovasi meski kebijakan perencanaan kini harus selaras dengan target pembangunan nasional.

     

    Menurutnya, pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada, termasuk menjalin kerja sama dan menarik program pembangunan dari luar APBD, baik melalui pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun kontribusi dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).

     

    Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Solok Selatan, Dodi Nofrial, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan dan saling mendukung demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Solok Selatan. (adi)

    Avatar of Arditono
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Penulis

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *