BREAKING NEWS
    735 view

    Nelayan Tiku Keluhkan Bagan Kandas, Gubernur Mahyeldi Beri Solusi

    Waktu Baca: 2 menit
    Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah berdialog dengan nelayan sembari meninjau kawasan TPI Pasir Tiku, Kabupaten Agam. (Foto: ADPSB Setdaprov Sumbar)

    Agam, AyoSumbar.id – Nelayan Tiku menyampaikan kebutuhan dermaga pengaman dan pabrik es saat berdialog dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di TPI Pasir Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Senin (21/9/2026).

    Dialog itu menjadi kesempatan bagi Mahyeldi untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi nelayan, terutama kebutuhan fasilitas keselamatan untuk melindungi bagan saat gelombang laut tinggi.

    Salah seorang nelayan, Boy (48), mengatakan ketiadaan pelabuhan pengaman membuat bagan nelayan berisiko rusak atau kandas ketika kondisi laut memburuk. Menurutnya, persoalan tersebut telah berulang setiap tahun.

    “Setiap tahun kami pasti dapat musibah. Tahun kini saja baru hitungan delapan bulan, sudah empat buah bagan kami yang kandas. Kami tidak punya pelabuhan penyelamatan,” ujar Boy.

    Para nelayan mengusulkan pembangunan dermaga pengaman permanen menggunakan konstruksi beton. Fasilitas itu dinilai diperlukan karena sebagian besar bagan masih dibuat menggunakan bahan kayu dengan konstruksi tradisional.

    Mahyeldi menyebut kebutuhan dermaga pengaman berkaitan langsung dengan keselamatan nelayan dan keberlangsungan usaha mereka. Ia mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar segera mencarikan solusi melalui koordinasi dengan pemerintah pusat serta pihak terkait.

    Aspirasi lain yang disampaikan nelayan adalah pembangunan pabrik es. Fasilitas tersebut dibutuhkan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan setelah nelayan kembali dari laut.

    Dalam dialog itu diketahui anggaran pembangunan pabrik es sebelumnya telah dialokasikan. Namun, proses tender belum menghasilkan pemenang sehingga Mahyeldi meminta kebutuhan tersebut tetap dikawal dan dicarikan penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.

    Menurut Mahyeldi, pembangunan fasilitas untuk masyarakat nelayan harus berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Selain dermaga pengaman dan pabrik es, gudang penyimpanan serta sarana pendukung lainnya juga perlu diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi nelayan.

    “Yang terpenting bagaimana kebutuhan nelayan ini kita carikan solusinya. Fasilitas yang dibangun harus benar-benar memberikan manfaat, mendukung aktivitas nelayan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Mahyeldi.

    Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Mahyeldi mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, koperasi nelayan, dan pihak swasta. Pembangunan fasilitas, menurutnya, perlu dilakukan secara bertahap dengan memastikan setiap sarana dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

    Dalam kunjungan ke TPI Pasir Tiku, Mahyeldi didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar Seifdinon serta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar Helmi Heriyanto.

    Kehadiran perangkat daerah terkait diharapkan dapat mempercepat pembahasan dan tindak lanjut atas berbagai kebutuhan yang disampaikan nelayan Tiku. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *