BREAKING NEWS
    5,215 view

    Pasaman Tanggap Darurat Bencana, Bupati: Semua Harus Turun

    Waktu Baca: 3 menit
    Bupati Pasaman, Welly Suhery, saat meninjau warganya yang terdampak banjir dan langsung menyalurkan bantuan untuk kebutuhan makanan. (Foto: Diskominfo Pasaman)

    Pasaman, AyoSumbar.id – Status Pasaman tanggap darurat bencana ditetapkan hingga 3 Desember 2025. Keputusan ini mengacu pada Surat Keputusan Bupati Nomor 188.45/325/BUP-PAS/2025.

    Bupati Pasaman, Welly Suhery, menuntut semua pihak bekerja total. Ia menolak pendekatan parsial. Ia meminta koordinasi lintas-OPD dan antar-instansi tidak lagi terhalang batas kewenangan.

    “Ini bukan bencana yang boleh ditangani separuh. Semua harus turun. Semua punya peran. Kita lindungi Pasaman bersama,” ujarnya tegas seusai rapat yang ia pimpin, Jumat (28/11/2025).

    Welly juga memerintahkan pengelolaan logistik berjalan ketat. Ia menargetkan pendataan transparan di setiap pergerakan barang. “Setiap logistik yang keluar harus tercatat. Harus jelas. Harus bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

    Ia mendorong OPD, Polri, dan TNI menyatu dalam komando kolaboratif. Ia menilai hanya ada satu sikap utama. Ia menyebut itu sebagai kerja kolektif tanpa sekat.

    Bencana menerpa banyak titik di Pasaman. Laporan mencatat dampak terjadi di Lubuksikaping, Panti, Rao Selatan, Tigo Nagari, Mapattunggul Selatan, Bonjol, dan Duo Koto. Kecamatan Bonjol masuk kategori terparah.

    Asisten I Setda Pasaman, Teddy Marta, menyebut banjir di Nagari Kumpulan, Bonjol, memaksa warga mengungsi ke masjid. Ia juga mengonfirmasi jembatan gantung putus. “Warga sudah kita evakuasi ke masjid. Jembatan gantung putus akibat banjir di Nagari Kumpulan,” ujarnya.

    Sedangkan Kepala Dinas Sosial Pasaman, Dedi, mengonfirmasi kesiapan bantuan darurat. Dinas Sosial menyiapkan 70 kasur, 30 selimut, makanan siap saji, makanan anak, tenda darurat, dan satu unit mobil dapur umum.

    Ia memastikan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Sumbar sudah berjalan. Dedi juga menyatakan distribusi tinggal menunggu eksekusi terpadu di lapangan.

    Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum menyiapkan alat berat untuk mendukung evakuasi. PU menurunkan ekskavator mini dan kendaraan mobilisasi untuk membersihkan sisa material dan membuka akses terdampak.

    Lalu, Kepala Dinas Pertanian Pasaman, Prasetyo, menyampaikan belum ada kerusakan berat pada pertanian. Ia mengonfirmasi sawah berusia dua minggu di Rao Selatan sempat tergenang. Ia menegaskan dampaknya belum signifikan.

    “Ada sawah dua minggu di Rao Selatan tergenang. Belum berdampak besar,” jelasnya singkat.

    Dinas Pendidikan mengubah skema belajar di zona terdampak. Plt Kepala Dinas Pendidikan, Gunawan, memutuskan libur di semua sekolah yang menjadi kewenangan kabupaten. Ia mengalihkan proses belajar ke sistem daring.

    Gunawan juga melaporkan beberapa sekolah terdampak banjir dan pohon tumbang. Ia mengonfirmasi akses sekolah di Kuamang, Panti, tertutup banjir. “Sekolah terdampak sudah kami liburkan. Belajar kami pindah ke jarak jauh. Akses ke Kuamang tertutup banjir. Anak boleh lebih dulu belajar dari rumah,” jelasnya.

    Polres Pasaman mengaktifkan mitigasi dan kesiapsiagaan personel. Polres menyatakan seluruh personel dan perangkat pendukung berada pada posisi siaga penuh. Kodim 0305 Pasaman menyampaikan kesiapan terjun mendukung operasi penyelamatan.

    Baznas Pasaman turut bergerak. Baznas menargetkan penyaluran berbasis by name by address agar bantuan presisi. Baznas menegaskan mekanisme itu menjamin ketepatan sasaran bagi warga terdampak.

    Semua unsur tidak lagi menunggu. Semua diberi peran langsung. Semua diminta menjaga ritme respons cepat dalam menyikapi status Pasaman tanggap darurat bencana, agar dampak bisa ditekan di batas minimal. (*)

    Avatar of M. Abdi Lubis
    Avatar of Arditono
    Avatar of M. Abdi Lubis
    M. Abdi Lubis
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *