Pelajar di Padang Panjang Terbantu Lewat Program Angkutan Gratis
Sejumlah siswa mengaku program ini sangat meringankan beban ekonomi keluarga dan membuat perjalanan ke sekolah menjadi lebih efisien.
Aisya Murad, siswi SMPN 5 Padang Panjang, menyampaikan bahwa dirinya kini tidak lagi harus memikirkan biaya untuk pergi ke sekolah. Ia memanfaatkan angkutan gratis dari Kelurahan Ekor Lubuk menuju sekolah setiap pagi.
“Alhamdulillah, sekarang orang tua saya tidak perlu mengeluarkan uang untuk ongkos. Selain itu, saya bisa sampai lebih cepat ke sekolah dan nggak khawatir terlambat,” ujar Aisya saat diwawancarai oleh tim Kominfo.
Menurut Aisya, keberadaan angkutan ini juga berdampak positif pada lalu lintas. Ia mengatakan, “Karena banyak yang pakai angkutan ini, jadi kendaraan pribadi berkurang. Jalanan lebih lengang, dan itu bagus untuk semua.”
Hal senada juga diungkapkan oleh Khairunnisa Alfi, pelajar lainnya yang turut memanfaatkan fasilitas tersebut. Ia mengaku lebih tenang karena tidak perlu lagi berpikir soal ongkos setiap hari.
“Naik angkot sekarang gratis, jadi nggak ribet soal biaya. Saya juga bisa berangkat lebih awal, nggak telat lagi ke sekolah,” katanya.
Program ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SMPN 5 Padang Panjang, Milda Guza, menyebutkan bahwa keberadaan angkutan gratis membawa banyak manfaat bagi siswa maupun lingkungan sekolah.
“Anak-anak jadi lebih disiplin. Mereka takut ketinggalan jadwal angkot, jadi datang lebih pagi. Selain itu, jumlah siswa yang naik motor ke sekolah juga menurun drastis. Ini tentu lebih aman,” ujar Milda.
Dengan berbagai respon positif tersebut, Program Angkutan Gratis dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya membantu siswa, tetapi juga mengurangi beban lalu lintas dan menciptakan budaya disiplin di kalangan pelajar. (*)
