BREAKING NEWS

    Pelatihan Kue Tampah Jadi Jalan UMKM Solok Selatan Naik Level

    Waktu Baca: 2 menit
    Kua nangka khas Sangir Balai Janggo, Kab Solok Selatan. Ardi/TimAs

     

    Solok Selatan,Ayosumbar.id — Upaya mendorong pelaku usaha kecil agar semakin kompetitif terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan. Salah satunya melalui pelatihan teknis pembuatan kue tampah yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dari berbagai nagari.

     

    Kue tampah, yang juga dikenal sebagai kue nampan, merupakan sajian tradisional berisi aneka jajanan yang ditata menarik di atas tampah. Hidangan ini lazim hadir dalam berbagai momen penting seperti pesta pernikahan, arisan, hingga acara adat, dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang khas.

     

    Sekretaris Daerah Syamsurizaldi menegaskan bahwa sektor UMKM telah terbukti tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Ia mencontohkan, saat krisis 1998, UMKM mampu bertahan, dan kembali menunjukkan daya adaptasi di era digital pada 2020–2021.

     

    “UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi dan pemasaran digital bisa terus berkembang. Sebaliknya, yang tidak beradaptasi akan semakin tertinggal,” ujarnya saat membuka kegiatan di Aula Hotel Pesona Alam Sangir, Rabu (6/5/2026).

     

    Menurutnya, ketahanan UMKM perlu diperkuat melalui dukungan nyata, mulai dari kebijakan yang berpihak, pembinaan berkelanjutan, hingga kemudahan akses permodalan melalui kolaborasi dengan perbankan, BUMN, dan sektor swasta.

     

    Ia juga menekankan bahwa penguatan UMKM dan IKM menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah 2025–2030, sebagai bagian dari visi mewujudkan Solok Selatan yang lebih maju dan sejahtera.

     

    Tak hanya itu, capaian positif juga diraih daerah ini dengan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai daerah terbaik pertama dalam menekan angka pengangguran di wilayah Sumatera di mana perkembangan UMKM menjadi salah satu faktor penopangnya.

     

    Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Solok Selatan, Musferi Hendra, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku usaha lokal.

     

    “Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami bagaimana meningkatkan nilai jual agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

     

    Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 6 hingga 8 Mei 2026, diikuti oleh 30 pelaku IKM dan turut melibatkan camat serta wali nagari dari 15 nagari di Solok Selatan.

     

    Peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung dari narasumber Murniati Rasyid dari Asia Royal College Padang. Mulai dari teknik produksi, penataan yang menarik, hingga strategi pengemasan modern agar kue tampah tampil lebih bernilai dan siap menembus pasar yang lebih luas.

     

    Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pelaku UMKM Solok Selatan tidak hanya mampu menjaga tradisi kuliner, tetapi juga mengembangkannya menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi, baik di pasar lokal maupun digital. (adi)

    Avatar of Arditono
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Penulis

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *