BREAKING NEWS
    2,639 view

    Pelatihan Vokasi Inklusif, Jaminan Akses Setara untuk Disabilitas dan Lansia

    Waktu Baca: 2 menit
    Menaker Yassierli didampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi, meninjau pelatihan vokasi pengelolaan kafe bagi peserta disabilitas di BPVP Padang. (Foto: Kemenaker)

    Padang, AyoSumbar.id – Pelatihan vokasi ramah inklusi digelar Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Padang dengan menghadirkan pelatihan pengelolaan kafe bagi penyandang disabilitas serta pelatihan tata boga bagi lansia produktif. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut pada Kamis (12/2/2026).

    Dalam kunjungannya, Menaker menegaskan komitmen agar pelatihan di BPVP/BLK dapat diakses seluruh lapisan masyarakat dan berdampak langsung pada peluang kerja maupun wirausaha.

    “Pelatihan vokasi harus menjadi ruang yang inklusif dan aksesibel. Pelatihan vokasi adalah harapan bagi mereka yang selama ini tidak memiliki akses memadai untuk meningkatkan kompetensi, masuk ke pasar kerja, maupun berwirausaha,” ujar Yassierli.

    Menaker juga mengapresiasi kolaborasi BPVP Padang dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan pelatihan bagi lansia. Ia menekankan pentingnya menjaga kemitraan tersebut sebagai bagian dari konsep belajar sepanjang hayat.

    “Kita harus menjaga kolaborasi ini untuk mewujudkan belajar sepanjang hayat. Artinya, bapak/ibu yang lanjut usia pun memiliki hak untuk meningkatkan kompetensi, mendapatkan informasi pasar kerja, dan wirausaha,” tegasnya.

    Saat meninjau pelatihan pengelolaan kafe bagi peserta tunarungu, Menaker menilai suasana pelatihan yang ramah dan menghargai peserta menjadi kunci keberhasilan. “Alhamdulillah, kesan yang dirasakan para peserta adalah nyaman dan sangat bermanfaat. Meskipun pelatihan baru berjalan empat hari dari total sepuluh hari yang diagendakan, kemajuan peserta sudah terlihat,” kata Yassierli.

    Pelatihan pengelolaan kafe ini merupakan hasil kolaborasi BPVP Padang dengan Yayasan Rumah Inklusi Padang. Puluhan peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam beberapa sub-kejuruan, mulai dari barista, kasir, manajemen kafe, hingga pramusaji.

    Menaker menegaskan, keterbatasan fisik bukan penghalang dalam peningkatan kompetensi. Ia menilai fasilitas yang ramah dan lingkungan inklusif di BPVP Padang membuat peserta merasa dihargai sebagai calon tenaga kerja profesional.

    “Dengan kurikulum yang diadaptasi dan instruktur yang suportif, teman-teman tunarungu mampu mempraktikkan keterampilan teknis seperti mengoperasikan mesin espresso hingga mengelola arus kas digital dengan sangat baik,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pelatihan ini dirancang dengan hulu dan hilir yang jelas melalui penempatan lulusan di salah satu kafe di Kota Padang. Skema ini diharapkan menjadi model bagi industri food & beverage (F&B) di Sumatera Barat untuk membuka ruang kerja setara bagi penyandang disabilitas.

    “Tujuannya jelas, kami ingin penyandang disabilitas mandiri secara ekonomi. Pelatihan dan penempatan ini adalah bukti bahwa skill mereka memang dibutuhkan oleh pasar kerja,” kata Yassierli.

    Melalui pendekatan pelatihan vokasi yang inklusif dan berorientasi dampak, Kemnaker mendorong ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adil agar setiap warga yang mau belajar memiliki kesempatan yang sama di dunia kerja. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of TimAS
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of TimAS
    TimAS
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *