BREAKING NEWS
    532 view

    Program Pe’Lah Dorong Pemilahan Sampah dari Rumah

    Waktu Baca: 3 menit
    Program Pe’Lah menjadi bagian dari Padang Rancak dengan melibatkan masyarakat dalam pemilahan sampah rumah tangga sebelum diserahkan kepada LPS. (Foto: Diskominfo Padang)

    Padang, AyoSumbar.id – Pemerintah Kota Padang mengaktifkan Program Pe’Lah untuk memperkuat pengelolaan sampah terpadu dengan melibatkan masyarakat sejak dari sumber. Program yang mulai berjalan pada 18 September 2026 itu mendorong warga memilah sampah rumah tangga sebelum diserahkan kepada Lembaga Pengelola Sampah (LPS).

    Langkah tersebut menjadi bagian dari Program Unggulan Padang Rancak yang diarahkan untuk mewujudkan lingkungan Kota Padang yang bersih, tertata, dan berkelanjutan.

    Kepala Dinas Lingkungan Hdup Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, mengatakan pendekatan pengelolaan sampah kini tidak hanya bertumpu pada pengumpulan dan pengangkutan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

    “Pengelolaan sampah terpadu tidak lagi hanya berfokus pada kegiatan pengumpulan dan pengangkutan sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi dimulai dari bagaimana sampah dikelola sejak dihasilkan oleh masyarakat,” ungkap Fadelan, Selasa (6/10/2026).

    Menurut dia, pemilahan sejak dari rumah membuat sampah dapat dipisahkan berdasarkan karakteristiknya sehingga lebih mudah dimanfaatkan dan diolah. Langkah tersebut juga ditujukan untuk mengurangi sampah yang berakhir di TPA Aie Dingin.

    Dalam penerapan pemilahan sampah dari sumber, sampah rumah tangga yang diserahkan kepada LPS harus dipisahkan menjadi dua kelompok utama, yakni sisa makanan dan sampah lainnya atau non-sisa makanan.

    Sisa makanan mencakup nasi, lauk, sayur, buah, kulit buah, serta bahan organik lainnya. Jenis sampah ini dapat diarahkan untuk pengolahan, antara lain melalui budidaya maggot dan komposting.

    Adapun sampah non-sisa makanan meliputi plastik, kertas, kardus, logam, kaca, serta material bernilai lainnya. Sampah tersebut dapat disalurkan melalui bank sampah maupun kegiatan daur ulang.

    Untuk mempercepat perubahan perilaku masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang menjalankan Program Penggerak Pilah (Pe’Lah). Program ini menghadirkan pendamping yang menjadi penghubung antara pemerintah, LPS, dan warga dalam pelaksanaan pengelolaan sampah terpadu di tingkat masyarakat.

    Fadelan menjelaskan, Penggerak Pilah mendampingi operator LPS dalam pelayanan pengumpulan sampah dari rumah ke rumah. Mereka juga memastikan pengumpulan berlangsung sesuai jadwal serta memberikan edukasi mengenai tata cara pemilahan.

    “Pendamping tersebut turut membantu warga memahami jenis sampah yang harus dipisahkan dan memantau penerapan pemilahan di lapangan,” hematnya.

    Dari pendampingan itu, Pemko Padang dapat memantau perkembangan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Informasi tersebut juga digunakan untuk mengetahui kendala yang muncul dan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan efektivitas pelayanan persampahan.

    Program Pe’Lah ditempatkan sebagai bagian dari pelaksanaan Padang Rancak, terutama dalam membangun budaya kebersihan yang bertumpu pada partisipasi masyarakat.

    Pemko Padang menilai kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kondisi jalan, fasilitas umum, dan kawasan permukiman. Cara masyarakat mengelola sampah yang dihasilkan juga menjadi bagian dari upaya tersebut.

    Karena itu, pemerintah mengajak camat, lurah, RT/RW, pengurus LPS, pengelola bank sampah, serta seluruh unsur masyarakat untuk mengaktifkan pengelolaan sampah terpadu di wilayah masing-masing.

    Fadelan menyebut LPS berperan sebagai ujung tombak pelayanan pengumpulan sampah terpilah. Sementara itu, masyarakat menjadi unsur utama yang menentukan keberhasilan pemilahan dari sumber, dengan dukungan Penggerak Pilah agar perubahan perilaku berjalan lebih cepat dan terarah.

    Ke depan, aktivasi Program Pe’Lah diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA Aie Dingin, meningkatkan pemanfaatan sampah melalui pengolahan dan daur ulang, serta memperkuat sistem persampahan Kota Padang yang modern dan berkelanjutan.

    Melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Program Unggulan Padang Rancak diarahkan tidak hanya untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian dari budaya hidup masyarakat Kota Padang. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *