BREAKING NEWS
    3,759 view

    Rakor Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Wako Pariaman Laporkan Kondisi Terbaru Pascabencana

    Waktu Baca: 2 menit
    Wali Kota Pariaman, Yota Balad, saat bersalaman dengan Mendagri Tito Karnavian jelang dimulainya rakor rehabilitasi dan rekonstruksi yang digelar Kemendagri di Padang. (Foto: Diskominfo Pariaman)

    Padang, AyoSumbar.id – Rakor rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Provinsi Sumatera Barat digelar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama jajaran pemerintah daerah terdampak di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Selasa (13/1/2026). Rapat tersebut dihadiri kepala daerah kabupaten dan kota, termasuk Wali Kota Pariaman Yota Balad.

    Dalam arahannya, Mendagri menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Pemerintah memprioritaskan pemulihan infrastruktur dasar serta penguatan kembali aktivitas ekonomi masyarakat yang terdampak.

    Fokus pembahasan rakor rehabilitasi dan rekonstruksi diarahkan pada perbaikan akses jalan, jembatan, jaringan listrik, serta sistem penyediaan air bersih yang rusak akibat banjir dan longsor. Langkah ini dinilai krusial untuk mengembalikan mobilitas dan pelayanan publik.

    “Memang we have to start from the problem. Kita harus lihat dari peta. Makin akurat permasalahan, akan makin baik kita membuat strategi untuk menangani itu. Sebanyak 16 dari 19 kabupaten/kota di Sumbar terdampak bencana,” ujarnya dikutip Rabu (14/1/2026).

    “Namun, hasil rapat serta pemantauan melalui dasbor kebencanaan dan koordinasi intensif menunjukkan bahwa pemerintahan kabupaten/kota di Sumbar secara umum telah kembali berjalan,” sambung Tito Karnavian.

    Mendagri juga meminta pemerintah daerah menyampaikan data kerusakan secara rinci dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Menurutnya, kejelasan titik kerusakan akan memudahkan koordinasi lintas kementerian.

    “Kita ingin detail titiknya disampaikan, sehingga nanti bisa kita sampaikan ke Kementerian masing-masing seperti Menteri PU, Menteri Kesehatan, dan kementerian lainnya, supaya semua bisa bergerak,” katanya.

    Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad melaporkan bahwa langkah tanggap darurat yang dilakukan Pemerintah Kota Pariaman pascakejadian telah menunjukkan hasil positif. Aktivitas masyarakat, pasar, serta akses transportasi di Kota Pariaman kini berangsur kembali normal.

    “Kita laporkan kepada Mendagri bahwa berkat kerja keras tim di lapangan dan dukungan masyarakat, kondisi Kota Pariaman saat ini sudah berangsur pulih. Kita telah menyerahkan bantuan kepada mereka korban bencana dan bantuan juga telah kita berikan juga kepada warga Kota Pariaman yang terdampak bencana tersebut, seperti para pedagang, pelaku usaha,” ujarnya.

    Yota Balad menambahkan bahwa Pemko Pariaman kini mulai memasuki tahapan pemulihan jangka panjang. “Fokus kami sekarang adalah transisi dari masa darurat menuju fase rekonstruksi permanen. Di samping itu, kita juga telah menyerahkan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Kota Pariaman beberapa waktu lalu,” katanya.

    Rakor tersebut turut dihadiri Kepala BNPB Suharyanto, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera Barat. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *