AyoSumbar.id

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini

tema pers publik
12,523 view

Sekolah Rakyat di Padang Dibuka, Mulai dengan Pemetaan Minat dan Bakat

Foto yang menangkap momentum penting terkait isu Sekolah Rakyat di Padang.
Sekolah Rakyat di Padang resmi diluncurkan di BPPKS Padang, Senin (14/7/2025). Sebanyak 149 orang yang menjadi peserta didik perdana di sekolah tersebut. (Foto: Prokopim Setdako Padang)

Padang, AyoSumbar.id – Sekolah Rakyat di Padang resmi diluncurkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BPPKS) Padang, Senin (14/7/2025). Tercatat sebanyak 149 orang anak yang menjadi peserta didik pertamanya.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dikembangkan melalui inisiatif Kementerian Sosial RI. Untuk Sekolah Rakyat di Padang, peserta didiknya diambil berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1.

“Program ini memberikan fasilitas pendidikan lengkap mulai dari tempat tinggal, konsumsi harian, hingga kebutuhan dasar lainnya secara gratis,” jelasnya ketika meluncurkan Sekolah Rakyat di Padang tersebut.

“Sesungguhnya anak-anak dari keluarga tidak mampu bagaikan intan berlian yang terkubur dalam lumpur. Angkatlah mereka, mereka akan tetap berkilau dan bercahaya melebihi kilau dan cahaya yang lain,” pesan Wawako Padang.

Sedangkan Kepala Sekolah Rakyat di Padang, Azizah Batubara, menjaskan bahwa kegiatan perdana 149 siswa Sekolah Rakyat di Padang yaitu Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan proses awal masuk asrama.

“Meski belum langsung menjalani proses belajar mengajar seperti biasa, program ini menjadi langkah awal penting dalam mengasah potensi anak-anak bangsa yang akan menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat ini,” jelasnya.

Jadi, sambungnya, dalam kurun satu hingga dua bulan ke depan, pihaknya akan fokus pada pemetaan minat dan bakat siswa. Hal ini untuk memastikan setiap anak mendapatkan pendekatan pembelajaran yang sesuai kapasitas dan potensinya.

“Setiap anak memiliki karakteristik dan ketertarikan berbeda. Maka, sebelum mulai pembelajaran formal, kami lakukan mapping agar bisa mengenali minat mereka lebih dalam,” ujar Azizah.

Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut bertujuan untuk menempatkan siswa pada jalur pendidikan yang sesuai. Baik akademik maupun non-akademik.

“Program unggulan seperti robotika juga akan disiapkan bagi siswa yang menunjukkan ketertarikan di bidang itu. Ini untuk mendukung minat khusus setiap anak adalah kunci dalam membentuk masa depan yang cerah dan kompetitif,” paparnya.

Azizah menegaskan bahwa dalam proses adaptasi, pihaknya akan menyamakan level kemampuan dasar siswa untuk menghindari kesenjangan saat proses belajar. Ia menyadari bahwa latar belakang pendidikan setiap anak berbeda, sehingga pendekatan individual akan menjadi prioritas.

“Kami tidak ingin ada siswa yang tertinggal karena pembelajaran yang terlalu cepat atau tidak sesuai kapasitas awal mereka,” tuturnya. Dengan strategi ini, Sekolah Rakyat di Padang berharap mampu menghadirkan suasana belajar yang adil, suportif, dan memberdayakan. (*)

Avatar of Aprizal Noer
M Afif Azari
Penulis
Aprizal Noer
Editor
Exit mobile version