Seorang Siswa Baru SMPN 1 Batang Anai tak Masuk Sekolah karena Biaya, Disdikbud Bertindak
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Seorang siswa baru SMPN 1 Batang Anai tak masuk sekolah sejak dimulainya pembelajaran pada Senin (14/7/2025). Orang tua siswa itu mengungkapkan penyebabnya karena tidak adanya biaya.
Pengakuan orang tua siswa baru SMPN 1 Batang Anai berinisial F itu, viral di media sosial, Selasa (22/7/2025). Lewat video, sang ibu mengungkapkan bahwa anaknya belum bisa bersekolah karena terbentur biaya Rp950 ribu.
“Sekolahnya minta Rp950 ribu. Namun, saya baru bisa mendapatkan uang Rp300 ribu,” ujar ibu F tersebut dengan wajah lesu.
Ia menyebut bahwa pihak sekolah tidak bersedia menerima pembayaran secara dicicil. “Saya diminta datang ke sekolah hari Kamis, tapi saya tidak mampu cari uang dalam waktu itu. Jadi saya tidak datang lagi ke sekolah,” tambahnya.
Wanita tersebut juga menyebut bahwa sekolah yang dimaksud adalah SMPN 1 Batang Anai. “Anak saya juga tidak pergi ke sekolah, karena biaya Rp950 ribu itu belum saya bayarkan,” ungkap dalam video berdurasi singkat yang beredar di media sosial tersebut.
Menanggapi peristiwa siswa baru SMPN 1 Batang Anai tak masuk sekolah, Plt Kepala Disdikbud Padang Pariaman, Dedi Spendri, langsung turun tangan ke sekolah tersebut. Ia memastikan bahwa informasi dalam video itu tidak benar dan telah dilakukan klarifikasi di lapangan.
“Kami tegaskan, tidak ada anak-anak di Kabupaten Padang Pariaman yang tidak bisa bersekolah hanya karena tidak mampu membeli seragam sekolah atau membayar biaya masuk. Pemerintah daerah berkomitmen penuh menjamin hak anak atas pendidikan,” tegas Dedi Spendri usai kunjungan.
Ia menambahkan bahwa seorang siswa baru SMPN 1 Batang Anai tak masuk sekolah itu, bukan karena ditolak pihak sekolah. Melainkan karena kekhawatiran orang tua yang belum memahami sepenuhnya kebijakan sekolah terkait biaya perlengkapan.
“Sekolah tidak mewajibkan pelunasan di awal tahun ajaran. Ketidakhadiran anak tersebut lebih kepada miskomunikasi dan rasa takut orang tua,” jelasnya.
Dedi pun mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang belum diverifikasi. Apalagi jika menyangkut pendidikan anak.
“Jika ada masalah ekonomi, sebaiknya dilaporkan langsung ke pihak sekolah atau ke dinas pendidikan agar bisa dibantu. Jangan sampai anak-anak kehilangan hak belajar mereka,” imbaunya.
Terkait pernyataan siswa baru SMPN 1 Batang Anai tak masuk sekolah, Dedi menyatakan bahwa Pemkab Padang Pariaman telah menjamin tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan biaya.
“Pendidikan adalah hak semua anak, dan menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk memfasilitasinya. Jangan ragu untuk meminta bantuan, kami siap mendampingi,” tutupnya. (*)
