Wako Usul 4 Pembangunan Infrastruktur Pariaman ke Pusat Senilai Rp93 M
Pariaman, AyoSumbar.id – Sejumlah kebutuhan pembangunan infrastruktur Pariaman diusulkan ke Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar, di Jakarta Selatan, Selasa (23/9/2025).
Upaya itu dilakukan langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad. Usaha Yota Balad pun didukung penuh oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade.
Yota Balad menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pariaman mengutamakan pembangunan infrastruktur penunjang swasembada pangan.
“Kami mendorong pembangunan jalan menuju sentra pangan dengan lahan sawah seluas 2.200 hektare,” kata Yota dikutip Rabu (24/9/2025).
Wali Kota menyampaikan bahwa fokus pembangunan infrastruktur Pariaman mencakup keberlanjutan proyek strategis dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan target Indonesia Emas 2045.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota Pariaman mengajukan empat usulan pembangunan infrastruktur, yaitu:
- Rehabilitasi Jalan Simpang SDN 08 Toboh Palabah – Simpang Lapangan Futsal Lambang senilai Rp11 miliar. Proyek ini bertujuan mendukung swasembada pangan dengan cakupan irigasi 800 hektare.
- Rekonstruksi Jalan Simpang SMA 3 – Simpang Kantor DPRD Kota Pariaman senilai Rp3,5 miliar. Jalan ini akan mendukung aktivitas nelayan dan peningkatan produktivitas perikanan.
- Rekonstruksi Jalan Manggung – Padang Birik-Birik senilai Rp12,5 miliar. Proyek tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kawasan swasembada pangan sektor perikanan.
- Rehabilitasi Jalan Nasional Kurai Taji – Simpang Lapai dan pembangunan Jembatan Kurai Taji senilai Rp65 miliar. Pekerjaan ini menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Total nilai usulan pembangunan infrastruktur Pariaman lebih kurang Rp93 miliar,” ujar Yota.
Selain itu, Pemko Pariaman juga telah mengajukan rekonstruksi Jalan Balai Naras – Lakuak Tarok melalui program Inpres Jalan Daerah senilai Rp14 miliar.
Namun, hingga kini usulan tersebut belum diverifikasi Bappenas. “Ruas ini penting karena mendukung produksi pertanian dengan lahan sawah seluas 500 hektare,” tambahnya. (*)
