BREAKING NEWS
    735 view

    Bazar Murah di CFD Katapiang, 4 Komoditas Ludes Terjual

    Waktu Baca: 2 menit
    Bupati Padang Pariaman dan jajaran pemerintah daerah meninjau bazar murah di stan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam kegiatan CFD di Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Minggu (11/10/2026). (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

    Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Bazar murah digelar Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di kawasan Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga harga pangan dan daya beli masyarakat.

    Bazar berlangsung bersamaan dengan Car Free Day (CFD), pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Empat komoditas dijual dengan harga terjangkau. Seluruh komoditas yang disediakan ludes terjual.

    Bupati Padang Pariaman meninjau bazar bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat dan Sekretaris Daerah Hendra Aswara. Jajaran pemerintah daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Bazar digelar melalui stan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman, Ira Febriani, mengatakan bazar tersebut merupakan intervensi langsung pemerintah daerah. Intervensi itu ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

    Langkah tersebut, lanjutnya, juga mendukung pengendalian inflasi. “Cabai merah tersedia 75 kilogram dengan harga Rp70.000 per kilogram. Bawang merah sebanyak 40 kilogram dijual Rp24.000 per kilogram,” jelasnya dikutip Senin (12/10/2026).

    “Bawang putih disediakan 40 kilogram dengan harga Rp28.000 per kilogram. Telur ayam ras tersedia 75 papan dengan harga Rp48.000 per papan,” sambung Ira.

    Bupati mengatakan harga cabai dan bawang menjadi perhatian pemerintah. Kedua komoditas itu disebut menjadi salah satu pemicu inflasi di Padang Pariaman dan Sumatera Barat. Karena itu, pemerintah daerah mendorong intervensi untuk menjaga pasokan dan menekan gejolak harga pangan strategis.

    “Bazar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

    Ia juga memastikan pemerintah daerah akan terus menjalankan kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. “Pemerintah daerah akan terus berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi Masyarakat,” sambungnya.

    Pemkab Padang Pariaman juga menjalankan program Gempita Cabai. Program ini merupakan Gerakan Masyarakat Produktif dan Intervensi Terpadu untuk Atasi Inflasi Cabai. Program tersebut dijalankan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman.

    Pemkab berharap Gempita Cabai dapat menekan gejolak harga cabai dan bawang. Intervensi dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. Minat masyarakat terhadap bazar terlihat dari seluruh komoditas yang habis terjual.

    Kondisi itu menjadi indikasi positif pelaksanaan intervensi pasar melalui bazar murah. Masyarakat mendapat akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau. Selain bazar, CFD Katapiang diisi senam bersama dan bersepeda. Berbagai kegiatan lain juga digelar untuk mendorong pola hidup sehat dan mempererat interaksi sosial.

    Pemkab Padang Pariaman memanfaatkan CFD tidak hanya sebagai ruang olahraga dan rekreasi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pelayanan masyarakat, penguatan ketahanan pangan, dan pengendalian inflasi daerah. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Aris Prima Gunawan
    Aris Prima Gunawan
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *