Kebakaran Ruko di Limau Manis Padang Hanguskan Bangunan dan Kendaraan
Padang, AyoSumbar.id – Kebakaran ruko di Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, tepatnya di Jalan Jawa Gadut, menghebohkan warga pada Senin (12/10/2026). Pasalnya, api melalap dengan dahsyat bangunan di kawasan padat penduduk itu.
Peristiwa ini berdampak pada lima kepala keluarga atau 22 jiwa yang seluruhnya dilaporkan harus mengungsi. Sementara itu, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan pertokoan, rumah kayu, dan kendaraan tersebut.
Data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mencatat area terdampak kebakaran diperkirakan seluas 35 x 10 meter persegi. Selain bangunan pertokoan dan rumah kayu, api menghanguskan dua unit becak motor (bentor), tujuh sepeda motor, serta dua warung kontainer minuman.
Total kerugian materi akibat kebakaran ruko di Limau Manis diperkirakan mencapai Rp3 miliar. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan bangunan-bangunan di sekitar lokasi yang nilai potensial kerugiannya mencapai Rp500 juta.
Dampak kebakaran ruko di Limau Manis juga terlihat pada bangunan di seberang lokasi. Evi, pemilik toko yang berada tepat di depan area kejadian, mengatakan sembilan meteran listrik milik ruko di dekat jembatan mengalami kerusakan hingga bagian kacanya pecah.
Kondisi bangunan yang terbakar tampak parah. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah bangunan dan kendaraan hanya menyisakan kerangka. Atap beberapa ruko jebol, sedangkan pintu besi pengaman mengalami kerusakan berat.
Di tengah kerusakan tersebut, sebuah pom bensin mini di bagian depan toko masih terlihat berdiri utuh. Kebakaran ruko Padang itu diketahui bermula sekitar pukul 07.15 WIB. Evi mengaku mendengar suara ledakan keras sebelum kobaran api membesar.
Ia menduga suara tersebut berasal dari tabung gas LPG yang berada di dalam bangunan. Menurut informasi yang diketahuinya, terdapat sekitar 10 tabung gas di dalam ruko tersebut. “Awal kejadian terdengar ledakan keras yang diperkirakan berasal dari tabung gas LPG, di dalam ada sekitar 10 tabung,” ujar Evi.
Setelah ledakan terdengar, api dengan cepat membesar dan mengeluarkan asap hitam yang membubung tinggi. Panas dari kobaran api membuat warga serta pemilik usaha di sekitar lokasi khawatir kebakaran akan menjalar lebih luas.
Evi mengatakan dirinya sempat gemetar melihat cepatnya api merambat ke bangunan lain. Ia juga mengkhawatirkan keselamatan tokonya yang berada di seberang lokasi kejadian.
Kekhawatiran itu bertambah karena terdapat pom mini di depan bangunan yang terbakar. Evi takut api menjangkau fasilitas tersebut dan kemudian merambat ke tokonya.
“Saya sangat takut pom mini di depan bangunan terbakar itu meledak dan menyambar ke toko saya, saluran air bagian atas toko saya bahkan sudah terasa panas,” ungkapnya.
Selain ledakan yang diduga berasal dari tabung gas, informasi mengenai kemungkinan penyimpanan bensin di salah satu ruko turut muncul setelah kebakaran terjadi.
Evi menyebut api berasal dari lantai satu bangunan yang menurut informasi warga digunakan untuk menyimpan bensin. Ia juga menyampaikan bahwa ada seseorang yang datang dari Palembang pada malam sebelum kebakaran.
“Api berasal dari salah satu ruko lantai satu yang banyak disebut warga ada penimbunan bensin, bahkan tadi malam ada yang datang dari Palembang,” kata Evi.
Namun, informasi mengenai dugaan penyimpanan bensin tersebut belum terkonfirmasi kepada pihak berwenang. Hingga berita ini ditulis, polisi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mengamankan area sekaligus menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
Karena itu, dugaan yang disampaikan warga tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab munculnya api.
Kebakaran turut memicu kepanikan penghuni bangunan di sekitar lokasi. Evi melihat istri pemilik usaha pangkas rambut berlari keluar sambil menyelamatkan bayinya yang baru berusia dua bulan. Saat kejadian, suaminya disebut sedang berada di Pariaman.
Evi juga menceritakan upaya Isul, 47 tahun, untuk menyelamatkan mobil Toyota Calya berwarna putih miliknya ketika api melanda bangunan.
Menurut Evi, Isul sempat berlari menyelamatkan kendaraan tersebut meskipun tubuhnya sudah mengalami luka bakar. Data penanganan kebakaran menyebut Isul mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dialaminya.
Secara keseluruhan, lima kepala keluarga yang terdiri atas 22 jiwa terdampak dalam peristiwa ini. Seluruh penghuni terdampak dilaporkan harus mengungsi setelah kebakaran melanda kawasan pertokoan tersebut.
Kebakaran di Jalan Jawa Gadut, RT 04 RW 02, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, juga berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi. Banyaknya warga yang datang untuk melihat kejadian menyebabkan kemacetan parah pada jalur yang menghubungkan kawasan Limau Manis dengan Kampus Universitas Andalas.
Sementara itu, penyelidikan penyebab kebakaran ruko di Limau Manis itu masih berlangsung. Polisi telah memasang garis polisi di area kejadian, sedangkan dugaan warga mengenai penyimpanan bensin di salah satu ruko masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang. (*)
