Kota Sehat Padang 2026 Bidik Penghargaan Swasti Saba Wistara
Padang, AyoSumbar.id – Kota Sehat Padang 2026 memasuki tahap seleksi administrasi dan desk assessment tingkat Provinsi Sumatera Barat pada Senin (12/10/2026). Pemerintah Kota Padang bersama Forum Kota Sehat (FKS) dan organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu mengikuti proses penilaian tersebut di Kantor Bappeda Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari persiapan menuju penghargaan tertinggi Swasti Saba Wistara tingkat nasional.
Penilaian ini mengevaluasi kesiapan dokumen dan data pendukung penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat untuk periode 2025–2026. Pemerintah Kota Padang menargetkan seluruh persyaratan dapat dipenuhi sebelum dokumen akhir dikirim ke tingkat pusat.
Ketua Forum Kota Sehat Kota Padang, Rukayah Anwar, menjelaskan bahwa penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) mencakup sembilan tatanan dengan total 136 indikator.
“Setiap indikator menjadi tanggung jawab OPD teknis terkait di lingkungan Pemerintah Kota Padang. Karena itu, kesiapan administrasi dan kelengkapan data melibatkan koordinasi lintas perangkat daerah,” jelasnya.
Menurut Rukayah, data pendukung yang dipersyaratkan pemerintah pusat telah diunggah secara bertahap sejak awal 2025. Hingga proses penilaian berlangsung, sebagian besar persyaratan tersebut dilaporkan hampir terpenuhi secara menyeluruh.
“Kelengkapan dokumen menjadi bagian penting dalam evaluasi penyelenggaraan Kota Sehat periode 2025–2026. Data tersebut akan menjadi bahan penilaian sebelum berkas akhir dikirim dan dikunci di tingkat pusat,” paparnya.
Selain kelengkapan dokumen, imbuhnya, penguatan kelembagaan menjadi bagian dari kesiapan Kota Padang dalam mengikuti penilaian KKS. Forum Kota Sehat Kota Padang memiliki struktur kelembagaan di 11 kecamatan dan 104 kelurahan.
“Seluruh struktur tersebut telah dilengkapi legalitas, sekretariat, serta alokasi anggaran resmi,” kata Rukayah.
Dukungan kelembagaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penyelenggaraan Kota Sehat di seluruh wilayah Kota Padang. Struktur yang tersedia juga menunjukkan bahwa forum tersebut memiliki perangkat organisasi hingga tingkat kelurahan.
Rukayah Anwar mengapresiasi kehadiran dan komitmen seluruh OPD pengampu selama proses penilaian berlangsung. Keterlibatan perangkat daerah tersebut mendukung pemenuhan persyaratan yang diperlukan dalam evaluasi Kota Sehat.
“Dalam prosesnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan ruang pembinaan sekaligus kesempatan untuk menyempurnakan berkas hingga April mendatang. Setelah tahap penyempurnaan selesai, dokumen akhir akan dikirim secara resmi untuk dikunci di tingkat pusat,” urai Rukayah.
Kesempatan tersebut menjadi bagian dari proses pemantapan dokumen penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat sebelum memasuki tahap akhir penilaian. Melalui proses evaluasi ini, Kota Padang berupaya memenuhi persyaratan penilaian KKS periode 2025–2026 dengan target meraih penghargaan Swasti Saba Wistara di tingkat nasional. (*)
