BREAKING NEWS
    15,232 view

    Padang Panjang Darurat Sampah, TPAS Diprediksi Hanya Bertahan 4 Bulan Lagi

    Waktu Baca: 2 menit
    Ilustrasi pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah. (Foto: Diskominfo Padang Panjang)

    Padang Panjang, AyoSumbar.id – Padang Panjang darurat sampah menyusul kondisi kritis Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sungai Andok yang diperkirakan hanya mampu menampung sampah selama empat bulan ke depan.

    Dengan volume sampah harian yang mencapai 50 ton, Pemerintah Kota Padang Panjang menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah. Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, menyampaikan kekhawatirannya saat meninjau langsung kondisi TPAS Sungai Andok, Minggu (13/7/2025).

    “Dengan volume sebesar ini, kami perkirakan umur TPA tinggal empat bulan. Ini situasi serius yang harus segera kita tangani bersama,” ujar Allex dalam keterangan resminya yang dirilis Diskominfo Kota Padang Panjang.

    Dalam kunjungan tersebut, Allex didampingi Ketua Komisi III DPRD Mahdelmi, Kepala Dinas Perkim-LH Alvi Sena, serta sejumlah pejabat teknis lainnya. Dari hasil pengamatan lapangan, terungkap bahwa kapasitas TPAS Sungai Andok hampir mencapai titik maksimal, menyisakan sedikit ruang untuk penampungan sampah baru.

    Allex mengungkapkan, berdasarkan perhitungan, rata-rata setiap warga Padang Panjang menghasilkan 0,8 kilogram sampah per hari. Jumlah ini terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, sementara kapasitas TPAS Sungai Andok tidak bertambah secara signifikan.

    Sebagai langkah jangka pendek, Pemerintah Kota sedang menjajaki kemungkinan pembukaan TPA baru di kawasan Sawah Liek. Lahan dan aspek perencanaannya kini sedang dalam tahap pengkajian mendalam. “Kami tidak hanya mencari lokasi baru, tetapi juga memperhitungkan keberlanjutan pengelolaannya,” jelas Allex.

    Namun, menurutnya, solusi jangka panjang harus melibatkan pendekatan menyeluruh berbasis zero waste dan circular economy. Konsep ini mengharapkan 80 persen dari total sampah dapat diolah kembali menjadi barang bernilai guna.

    Pemerintah optimis, dengan penerapan teknologi tepat guna dan perubahan perilaku masyarakat, krisis ini dapat ditanggulangi. “Keberhasilan tidak semata pada teknologi. Partisipasi masyarakat sangat penting. Mulai dari memilah sampah di rumah, kita bisa menekan beban TPA dan mengurangi biaya operasional secara signifikan,” tutur Allex, mengajak seluruh warga untuk ambil bagian.

    Dukungan politik turut mengalir dari legislatif. Ketua Komisi III DPRD, Mahdelmi, menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam mendukung kebijakan dan solusi konkret dari Pemko. “Ini tanggung jawab bersama. DPRD siap mendukung segala langkah yang diambil, asalkan bisa menyelesaikan masalah ini secara nyata,” tegasnya.

    Kondisi darurat ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak bahwa persoalan lingkungan seperti sampah tak bisa ditunda. Perubahan harus dimulai sekarang, dari setiap rumah, sekolah, dan tempat kerja, menuju Padang Panjang yang bersih dan berkelanjutan. (*)

    Avatar of Aprizal Noer
    M Afif Azari
    Penulis
    Avatar of Aprizal Noer
    Aprizal Noer
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *