BREAKING NEWS
    11,277 view

    Petani Kota Solok Ubah Jerami Jadi Kompos, Atasi Polusi dan Lindungi Sawah

    Waktu Baca: 3 menit
    Para petani di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, tampak memanfaatkan jerami padi menjadi kompos untuk meningkatkan kesuburan sawah. (Foto: Diskominfo Kota Solok)

    Solok, AyoSumbar.id – Petani Kota Solok pilih ubah jerami jadi kompos untuk meningkatkan produktivitas sawah mereka. Cara ini bukan sekadar pilihan teknis, melainkan langkah penuh harapan bagi petani di Kota Solok.

    Di tengah lahan persawahan yang luas di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, para petani kini menemukan cara sederhana namun berdampak besar: menjadikan sisa panen yang dulu terbuang sebagai sumber kesuburan baru bagi tanah mereka.

    Dani, salah seorang anggota Kelompok Tani Serba Usaha, dengan semangat menceritakan bagaimana perubahan kecil itu membawa dampak nyata. “Jerami sisa panen diolah menjadi pupuk kompos untuk memperbaiki kesuburan sawah sekaligus meningkatkan produktivitas padi,” ujarnya sambil menunjukkan hamparan sawahnya yang kini lebih terawat, kemarin.

    Proses pengolahan yang dilakukan petani terbilang praktis namun terstruktur. Jerami sisa panen terlebih dahulu dicacah menggunakan mesin. Langkah ini penting agar tidak mengganggu pembajakan sawah.

    Setelah itu, cacahan jerami dicampur dengan dekomposer, sebuah bahan yang mempercepat pembusukan alami. Hasil akhirnya adalah tanah subur kaya nutrisi, yang langsung memberi manfaat nyata bagi lahan pertanian.

    “Cacahan jerami awalnya agar tidak mengganggu saat pembajakan. Selanjutnya dicampur dengan dekomposer hingga berubah menjadi tanah yang subur,” tambah Dani, menekankan bahwa proses ini tidak rumit, namun hasilnya terasa nyata.

    Dengan metode ini, jerami yang sebelumnya dianggap limbah kini bertransformasi menjadi pupuk alami. Kandungan haranya memperbaiki struktur humus tanah, menjaga kelembapan, serta mendukung pertumbuhan tanaman padi. Lebih dari itu, hasil panen pun meningkat karena tanah menjadi lebih sehat dan produktif.

    Langkah inovatif petani Kota Solok ini tidak lahir begitu saja. Sejak 2025, program pemanfaatan jerami menjadi kompos mulai diterapkan di Kota Solok. Inisiatif ini muncul dari keprihatinan para petani terhadap dampak buruk pembakaran jerami, kebiasaan lama yang sulit ditinggalkan.

    Praktik membakar jerami pascapanen memang terlihat cepat dan mudah, tetapi menyisakan masalah besar: merusak kesuburan tanah, mencemari udara, dan menimbulkan ancaman kesehatan bagi masyarakat sekitar.

    Dengan mengubah cara pandang, para petani kini tidak hanya menjaga keberlangsungan lahan pertanian, tetapi juga memberikan kontribusi bagi lingkungan yang lebih bersih. Mengolah jerami menjadi kompos berarti mengurangi polusi udara, sekaligus menekan biaya pembelian pupuk kimia yang sering membebani petani.

    Inisiatif ini juga memberi pesan kuat: bahwa keberlanjutan pertanian tidak harus dimulai dari teknologi canggih, melainkan bisa lahir dari kearifan lokal dan kemauan untuk berubah. Jerami yang tadinya dianggap limbah, kini menjadi penopang baru bagi pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing.

    Bagi Dani dan petani lain di Tanah Garam, langkah sederhana itu telah menjadi bagian dari keseharian mereka. Setiap musim panen, jerami yang menumpuk bukan lagi masalah, melainkan peluang untuk memperkaya tanah dan menyiapkan hasil panen yang lebih baik. (*)

    Avatar of Putri Maharani
    Avatar of Arditono
    Avatar of Putri Maharani
    Putri Maharani
    Penulis
    Avatar of Arditono
    Arditono
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *