Direktur Perumda Air Minum Tirta Anai 2025-2030 Diminta Transformasi Total
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Direktur Perumda Air Minum Tirta Anai 2025-2030, Aznil Mardin, dilantik oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), di Hall Kantor Bupati Padang Pariaman, Senin (23/6/2025). JKA menyampaikan harapan besar terhadap kepemimpinan baru tersebut.
Ia juga menyoroti berbagai persoalan yang selama ini membayangi kinerja Perumda Air Minum Tirta Anai. Mulai dari rendahnya kualitas pelayanan, tingginya biaya sambungan baru, infrastruktur yang tak layak, hingga pasokan air yang sering terganggu.
John Kenedy Azis meminta agar kondisi tersebut segera dibenahi secara menyeluruh dan mendalam. “Saya tidak ingin lagi mendengar informasi-informasi negatif seperti itu. Di bawah kepemimpinan Saudara, saya ingin PDAM berubah total. Buat masyarakat puas,” pesan JKA kepada Aznil.
“Saya bahkan mengimpikan PDAM kita bisa memproduksi air minum kemasan dan memperluas sambungan hingga 50 ribu pelanggan,” sambungnya. Ia juga menyampaikan rencana penambahan dua direksi baru guna mempercepat transformasi.
Lebih lanjut, JKA menekankan pentingnya orientasi profit dalam pengelolaan Perumda Air Minum Tirta Anai Padang Pariaman ke depan. Menurutnya, perusahaan daerah itu harus mampu memberikan kontribusi konkret terhadap PAD dan menjadi tumpuan dalam penyediaan layanan publik berkualitas.
Ia meminta agar seluruh aspek manajerial dievaluasi, mulai dari SDM, keuangan, hingga sistem pelayanan berbasis teknologi.
“Lakukan yang terbaik. Jadikan perusahaan ini sebagai tumpuan harapan pemerintah dan masyarakat. Selamat bertugas, dan mari kita mulai perubahan besar untuk PDAM Padang Pariaman,” pungkas JKA.
Menanggapi amanat tersebut, Direktur Perumda Air Minum Tirta Anai 2025-2030, Aznil Mardin, menyampaikan komitmen dan strategi yang akan ia jalankan. Ia berjanji melakukan revitalisasi infrastruktur, peningkatan transparansi anggaran, dan perbaikan mutu layanan berbasis standar internasional.
Selain itu, ia bertekad memperkuat integrasi teknologi untuk mengatasi kebocoran air dan sistem pembayaran digital.
“Kita akan menata ulang SDM sesuai prinsip the right man in the right place, dan membangun budaya kerja yang humanis serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima,” jelas Aznil.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi semua pihak, baik pemerintah daerah, internal perusahaan, maupun masyarakat sangat dibutuhkan dalam proses transformasi ini.
“Ini adalah kerja bersama. Hanya dengan sinergi antara pemerintah, internal perusahaan, dan masyarakat, kita bisa mewujudkan harapan besar untuk PDAM Padang Pariaman,” tandasnya. (*)
