BREAKING NEWS
Padang Pariaman
Temukan Berita Terbaru
20:28
WIB
Kesbangpol Solsel Perkuat Mediasi Konflik Sosial, Kedepankan Dialog dan Kearifan Lokal
Solok Selatan,Ayosumbar.id --- Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memperkuat kemampuan aparatur dan tokoh masyarakat serta Kerapan Adat Nagari (KAN) se Kabupaten Solok Selatan dalam mencegah sekaligus menangani konflik sosial.
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan mediasi penanganan konflik sosial bagi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Solok Selatan di Aula Kantor Kesbangpol Solok Selatan, Selasa (6/10/2026), di Padang Aro.
Sosialisasi ini menjadi ruang untuk memperkuat kemampuan para pemangku kepentingan dalam membaca potensi konflik, membangun komunikasi, hingga mencari jalan keluar saat penyelesaian konflik sosial yang dapat diterima seluruh pihak.
Kepala Kantor Kesbangpol Solok Selatan, Zulhendra Wilson, mengatakan pelatihan tersebut penting sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi konflik sosial yang dapat muncul di tengah dinamika masyarakat.
Menurutnya, penanganan konflik tidak semestinya baru dilakukan setelah persoalan membesar. Kemampuan mendeteksi persoalan sejak awal dan menemukan pola penyelesaian yang tepat harus menjadi perhatian bersama.
“Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana mengantisipasi konflik sosial di masa yang akan datang. Karena itu, penyelesaian konflik harus kita upayakan melalui peningkatan kapasitas dan pelatihan seperti ini,” ujar Wilson.
Ia berharap peserta tidak hanya memahami konsep mediasi, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menghadapi persoalan nyata di tengah masyarakat.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Solok Selatan, Efi Yandri, menekankan bahwa konflik sosial harus dikelola secara cermat agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Dia mengatakan, setiap konflik perlu dipahami secara utuh dengan melihat akar masalah, pihak-pihak yang terlibat serta kondisi sosial masyarakat yang terdampak. Penyelesaian tidak cukup hanya mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana membangun kembali hubungan antarpihak.
“Konflik harus dikelola dengan baik melalui dialog dan mekanisme yang tepat. Kalau tidak, justru bisa menambah persoalan baru,” katanya.
Efi mendorong penguatan model resolusi konflik yang bersifat partisipatif. Masyarakat harus dilibatkan dalam proses penyelesaian sehingga keputusan yang dihasilkan memiliki legitimasi sosial dan dapat diterima bersama.
Langkah pencegahan, lanjutnya, juga harus dimulai sedini mungkin melalui pemetaan potensi konflik dan penguatan kewaspadaan dini masyarakat. Dalam konteks Solok Selatan, mekanisme tersebut dapat diperkuat dengan musyawarah serta pemanfaatan kearifan lokal yang telah hidup di tengah masyarakat.
“Dialog harus menjadi yang utama dalam memecahkan konflik sosial. Jangan setiap persoalan langsung diarahkan ke ranah hukum,” tegasnya.
Semangat tersebut sejalan dengan filosofi Minangkabau, “bulek ayia dek pambuluah, bulek kato dek mufakat.” Prinsip ini kata Efi Yandri, menegaskan bahwa persoalan yang menyangkut kehidupan bersama idealnya diselesaikan melalui pembicaraan, komunikasi dan kesepakatan.
Menurut Efi, penyelesaian konflik membutuhkan kolaborasi berbagai unsur, mulai dari pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga masyarakat yang bersentuhan langsung dengan persoalan.
Namun demikian, pendekatan kearifan lokal tetap harus berjalan beriringan dengan prinsip keadilan dan kepastian hukum. Kearifan lokal tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan aturan, melainkan menjadi jembatan agar penyelesaian persoalan berlangsung lebih manusiawi dan diterima masyarakat.
“Jangan hanya sebatas penyelesaian secara tertulis. Yang lebih penting adalah bagaimana setelah konflik selesai, masyarakat bisa kembali hidup berdampingan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar perbedaan tidak dijadikan alasan untuk mempertajam perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus dikelola menjadi kekuatan sosial yang mampu membangun energi positif bagi masyarakat.
Masyarakat yang damai, harmonis, memiliki hati yang lapang serta menjunjung semangat kebersamaan dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas daerah.
Pada kesempatan yang sama, akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas, Prof. Afrizal, turut memberikan materi mengenai penanganan konflik sosial.
Ia menyoroti masih adanya konflik yang berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang benar-benar tuntas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian konflik membutuhkan pendekatan yang tepat, bukan sekadar menghentikan pertikaian untuk sementara.
Dalam konteks itu, jelasnya, forum musyawarah dapat menjadi ruang penting untuk mempertemukan pihak-pihak yang berkonflik, sementara pemerintah memiliki peran sebagai mediator dalam mendorong lahirnya solusi yang adil dan dapat diterima bersama.
Melalui pelatihan ini, Pemkab Solok Selatan berharap kapasitas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial dan pengurus KAN semakin kuat dalam menjalankan fungsi pencegahan, mediasi dan penyelesaian konflik.
Sebab, keberhasilan penanganan konflik bukan hanya diukur dari berhentinya sebuah pertikaian, tetapi dari kemampuan mengembalikan kepercayaan, memulihkan hubungan sosial, serta memastikan masyarakat dapat kembali hidup berdampingan secara damai. (adi)
20:25
WIB
Padang Pariaman
Dugaan Penyebab Kebakaran Bengkel di Katapiang Ditemukan Polisi
Padang Pariaman, AyoSumbar.id – Polres Batang Anai mengungkap dugaan penyebab kebakaran bengkel di Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Diduga, karena adanya tumpahan Pertalite yang terkena percikan api dari colokan listrik.
Kepala Polsek Batang Anai, Iptu Wadriadi, mengatakan api muncul ketika terjadi tumpahan Pertalite yang kemudian terkena percikan dari colokan listrik. Saat kejadian, istri Hendra (pemilik bengkel), Ratna Jasnita, sedang memindahkan Pertalite dari jeriken ke beberapa botol air mineral untuk dijual.
“Bahan bakar itu tumpah setelah tutup jeriken dibuka. Hendra yang berada di lokasi kemudian melihat percikan api dari colokan listrik di belakang istrinya. Ia langsung berusaha menyelamatkan Ratna dan anak-anaknya,” jelas Kapolsek.
Situasi berubah cepat setelah tumpahan bahan bakar tersambar api. Kobaran kemudian merambat ke bagian bengkel dan mengenai tiga sepeda motor yang berada di dalam bangunan. Tiga kendaraan tersebut terdiri atas dua Yamaha Mio dan satu Honda Supra.
“Hendra juga meminta pertolongan sembari berupaya menyelamatkan keluarganya. Warga yang mengetahui kejadian tersebut lalu menghubungi pemadam kebakaran Padang Pariaman dan polisi,” sambungnya.
Katanya, dua mobil pemadam kebakaran sampai di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas damkar bersama personel Polsek Batang Anai selanjutnya melakukan pemadaman agar kobaran tidak terus meluas.
“Penanganan kebakaran bengkel di Korong Pauah itu berlangsung hingga sekitar pukul 15.20 WIB, dan api berhasil ditangani oleh tim gabungan,” katanya.
Selain menyebabkan Hendra mengalami luka bakar pada kedua tangan, kejadian tersebut menghanguskan bangunan bengkel beserta sejumlah barang di dalamnya. Kerugian keseluruhan diperkirakan mencapai Rp200 juta, termasuk tiga sepeda motor yang terbakar.
“Polsek Batang Anai telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber kebakaran. Dari pemeriksaan tersebut, diduga korsleting pada colokan listrik yang terkena tumpahan Pertalite menjadi penyebab kebakaran,” paparnya lagi.
Iptu Wadriadi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menangani bahan bakar yang mudah terbakar, khususnya apabila berada di sekitar sumber listrik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat menangani bahan bakar yang mudah terbakar, terutama ketika berada di dekat sumber listrik,” tukas Wadriadi. (*)
17:25
WIB
Padang
MTQ ke-42 Kota Padang Siapkan Hadiah Rp599 Juta untuk Kafilah
Padang, AyoSumbar.id – Sebanyak 663 kafilah dari 11 kecamatan akan ambil bagian dalam MTQ ke-42 Kota Padang yang berlangsung pada 10-14 Oktober 2026. Musabaqah tersebut dipusatkan di Kecamatan Koto Tangah yang bertindak sebagai tuan rumah.
Para kafilah akan berkompetisi dalam 13 cabang lomba. Pembukaan dijadwalkan berlangsung di Lapangan Apeksi Kantor Balai Kota Padang, dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp599 juta serta trofi juara umum.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Padang, Zul Asfi Lubis, mengatakan persiapan lokasi perlombaan masih terus dimatangkan. Menurutnya, persiapan tersebut melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama Kota Padang.
Keterlibatan sejumlah unsur itu diarahkan untuk mendorong antusiasme masyarakat dan pelajar di sekitar venue perlombaan. “Rangkaian pembukaan pada 10 Oktober juga akan mendapat tambahan hiburan melalui penampilan Khairat KDI,” ujar Zul Asfi Lubis.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, yang juga Ketua Umum LPTQ Kota Padang, menekankan bahwa pelaksanaan MTQ tidak hanya berorientasi pada kompetisi.
Ia menyebut MTQ harus menjadi momentum untuk memperkuat syiar Alquran sekaligus mendukung Program Unggulan Smart Surau. Karena itu, seluruh persiapan teknis diminta dimatangkan agar pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan berkualitas.
MTQ ke-42 Kota Padang juga diarahkan sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. Ajang tersebut menjadi langkah untuk menjaring kafilah terbaik Kota Padang yang akan dipersiapkan menghadapi MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat pada 2027.
Dengan 663 peserta dari 11 kecamatan dan 13 cabang lomba, pelaksanaan MTQ ke-42 Kota Padang dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 10 hingga 14 Oktober 2026. (*)
17:19
WIB
Padang
Manasik Haji Anak TK Kota Padang, Dian Puspita Tekankan Pendidikan di Usia Emas
Padang, AyoSumbar.id – Ratusan anak TK se-Kota Padang mengikuti Manasik Haji Anak TK Kota Padang di Manasik Haji UIN Imam Bonjol, Lubuk Lintah, Padang, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut dibuka Bunda PAUD Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran.
Dengan mengenakan pakaian ihram, para peserta mengikuti sejumlah rangkaian manasik, di antaranya wukuf, tawaf, dan sa’i. Anak-anak mengikuti kegiatan tersebut dengan serius.
Dian Puspita mengatakan pengenalan manasik haji penting diberikan sejak anak berada pada masa golden age atau usia emas. Menurutnya, nilai yang ditanamkan pada periode tersebut dapat membekas dalam ingatan dan pembentukan karakter anak hingga dewasa.
“Manasik haji ini adalah media pembelajaran kontekstual yang sangat efektif. Melalui kegiatan ini kita sedang mengenalkan rukun Islam yang kelima sejak dini, menanamkan nilai tauhid, mengenalkan Ka’bah sebagai kiblat umat Islam, serta melatih kedisiplinan, kesabaran, dan kemandirian pada anak,” jelas Dian Puspita.
Ia menambahkan, pakaian ihram yang dikenakan para peserta juga menjadi sarana untuk mengenalkan nilai kesetaraan manusia di hadapan Allah. “Melalui pakaian ihram yang serba putih ini, kita juga mengajarkan kepada mereka bahwa di hadapan Allah, semua manusia adalah sama,” tambah Dian Puspita yang juga Ketua TP-PKK Kota Padang itu.
Kegiatan bertema “Kecil dalam Usia, Besar dalam Bercita-cita, Belajar Manasik Haji Tanamkan Kemandirian Sejak Dini” tersebut turut dihadiri sejumlah Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan, di antaranya dari Kuranji, Pauh, serta Bungus Teluk Kabung.
Dian Puspita menilai masa usia dini merupakan periode penting dalam pembentukan karakter. Karena itu, pendidikan anak menurutnya membutuhkan keterlibatan bersama, tidak hanya dari sekolah.
Ia menekankan perlunya kerja sama orang tua, guru, masyarakat, dan pemerintah agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, mandiri, berakhlak mulia, dan percaya diri.
Menurut Dian, hal tersebut sejalan dengan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dengan satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak memasuki sekolah dasar.
“Semua ini menegaskan bahwa PAUD merupakan fondasi penting dalam menyiapkan anak agar lebih siap secara karakter, sosial, emosional, dan kemampuan belajar,” katanya.
Ketua HIMPAUDI Kota Padang, Desi Susanti, juga mengajak orang tua dan pendidik mendukung tumbuh kembang anak secara seimbang. Ia berharap anak tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berkarakter mulia.
“Mari kita jadikan momentum manasik haji ini sebagai upaya untuk mempererat kedekatan emosional antara anak, orangtua, dan guru. Dukung mereka dengan penuh kasih sayang dan kegembiraan,” kata Desi.
Kegiatan Manasik Haji Anak TK Kota Padang itu turut dihadiri Ketua HIMPAUDI Provinsi Sumatera Barat Pun Ardi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang yang diwakili Kabid PAUD dan PNF Syafrizal Syair, lurah setempat, serta undangan lainnya. (*)
17:13
WIB
Padang
Medali Balap Sepeda Porprov XVI Sumbar Didominasi Kontingen Padang
Padang, AyoSumbar.id – Kontingen Kota Padang memimpin klasemen sementara balap sepeda Porprov XVI Sumbar 2026 setelah mengoleksi sembilan medali pada Pekan Olahraga Provinsi XVI Sumatera Barat 2026 di Velodrome Rimbo Data, Bandar Buat, Selasa (6/10/2026).
Sembilan medali tersebut terdiri atas empat emas, tiga perak, dan dua perunggu. Perolehan itu menempatkan Kota Padang di posisi teratas klasemen sementara cabang olahraga balap sepeda.
Technical Delegate Porprov Sumbar XVI 2026, Arif Budiman, menyampaikan Kota Payakumbuh berada di peringkat kedua dengan tujuh medali. Rinciannya, dua emas, tiga perak, dan dua perunggu.
Sementara itu, Kota Bukittinggi menempati posisi ketiga dengan empat medali, yakni dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Kota Solok berada di urutan keempat dengan dua medali yang terdiri atas satu perak dan satu perunggu.
Di tengah capaian Kota Padang tersebut, atlet balap sepeda Radit Saroni menjadi salah satu penyumbang medali penting bagi kontingen. Ia berhasil meraih tiga medali emas pada ajang Porprov Sumbar XVI 2026. Radit mengatakan raihan tiga emas tersebut sesuai dengan ekspektasi yang telah ditargetkan.
Capaian tersebut didukung persiapan tim yang dilakukan secara matang. Kerja keras pelatih, mekanik, dan rekan satu tim, serta dukungan penuh Pemerintah Kota Padang turut menjadi bagian dari persiapan menghadapi ajang tersebut.
Dengan tambahan medali dari para atletnya, Kota Padang untuk sementara menjadi kontingen dengan perolehan medali terbanyak pada cabang olahraga balap sepeda Porprov Sumbar XVI 2026. (*)
Terbaru Lainnya
16:44
WIB
Padang Pariaman
Pemulihan UMKM Terdampak Bencana, 190 Pelaku Usaha Dibekali
Padang, AyoSumbar.id – Sebanyak 190 pelaku UMKM mengikuti Pra-Business Matching dan Pembekalan Program Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan yang digelar di Aula Inspektorat Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (6/10/2026), menjadi tahap persiapan sebelum para pelaku usaha dipertemukan dengan calon mitra dan pembeli.
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia itu dibuka Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis. Hadir pula Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Astri Harny Tresnasari bersama jajaran kementerian, staf ahli, kepala OPD, tamu undangan, serta pelaku UMKM.
Dari 190 peserta, sebanyak 85 pelaku UMKM berasal dari Kabupaten Padang Pariaman dan 15 pelaku UMKM dari Kota Pariaman mengikuti kegiatan secara langsung. Sementara itu, 90 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring dari Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.
John Kenedy Azis menilai tahapan Pra-Business Matching penting untuk menyiapkan pelaku usaha sebelum dipertemukan dengan usaha besar, BUMN, asosiasi, maupun calon offtaker yang berpotensi menjadi mitra bisnis.
Ia meminta peserta memanfaatkan pembekalan dengan meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, dan membangun kapasitas produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Menurut John, bencana berdampak tidak hanya pada sarana dan prasarana usaha. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu produksi, rantai pasok, distribusi, akses pasar, hingga hubungan pelaku usaha dengan konsumen.
"Bencana tidak hanya merusak sarana dan prasarana usaha, tetapi juga mengganggu produksi, rantai pasok, distribusi, akses pasar, hingga hubungan usaha dengan konsumen. Karena itu, pemulihan UMKM harus diarahkan agar pelaku usaha mampu bangkit, berkembang, memperluas pasar, dan naik kelas," ujar John Kenedy Azis.
Ia juga mengapresiasi Kementerian UMKM RI yang memilih Kabupaten Padang Pariaman sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program pemulihan UMKM terdampak bencana.
John menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 18 Tahun 2025 tentang Percepatan Penanganan Darurat, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Untuk memotivasi pelaku usaha, John mencontohkan Sulaman Kapalo Samek dan Kampia Siriah yang berhasil meraih penghargaan pada ajang KriyaNusa 2026 di Jakarta. "Prestasi itu membuktikan bahwa produk UMKM Padang Pariaman mampu bersaing di tingkat nasional. Saya berharap ini menjadi penyemangat bagi seluruh pelaku usaha bahwa produk lokal kita memiliki peluang besar untuk tampil dan dikenal lebih luas," katanya.
Ia menegaskan pemerintah akan terus berperan sebagai fasilitator dan membuka akses bagi pelaku usaha. Namun, menurutnya, perkembangan usaha tetap membutuhkan kemauan dan kerja keras dari masing-masing pelaku UMKM.
"Kami memfasilitasi dan membuka akses. Namun untuk berkembang dan maju, tentu harus dibarengi dengan kemauan serta kerja keras dari pelaku usahanya sendiri. Serap ilmu yang diberikan hari ini dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan usaha masing-masing," tambahnya.
Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Astri Harny Tresnasari berharap pembekalan tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas dan daya saing peserta.
Tahapan berikutnya adalah Business Matching yang dijadwalkan pada 4 hingga 5 November 2026. Dalam tahap ini, pelaku UMKM akan dipertemukan secara langsung dengan calon pembeli, mitra usaha, BUMN, asosiasi, dan offtaker potensial.
Sebelum memasuki tahap tersebut, kementerian akan melakukan identifikasi dan kurasi terhadap UMKM yang dinilai siap mengikuti Business Matching. Penilaian mencakup potensi produk, kapasitas produksi, kualitas dan konsistensi, kesiapan legalitas, kemampuan memenuhi kebutuhan pasar, serta komitmen menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produk.
"Kami berharap melalui program ini UMKM tidak hanya pulih, tetapi juga mampu memperluas jaringan usaha, meningkatkan omzet, dan memperoleh akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan," ujar Astri.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Kementerian UMKM RI berharap pelaku usaha terdampak bencana dapat kembali produktif, memperkuat daya saing, serta memperoleh peluang kemitraan yang lebih luas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (*)
23:26
WIB
Sumatera Barat
Klasemen Porprov XVI Sumbar pada 5 Oktober, Padang Pariaman Geser Bukittinggi
Padang, AyoSumbar.id – Padang Pariaman berhasil naik selangkah di klasemen Porprov XVI Sumbar pada 5 Oktober 2026. Yakni dari posisi keempat menjadi posisi ketiga pada Senin (5/10/2026). Alhasil, Bukittingg pun tergeser ke bawah.
Merangkum data klasemen Porprov XVI Sumbar pada 5 Oktober 2026 pukul 23.06 WIB, tercatat 19 daerah yang telah memperoleh medali. Peringkat kontingen disusun berdasarkan jumlah medali emas terbanyak.
Kontingen Kota Padang sementara memimpin klasemen sementara perolehan medali Porprov XVI Sumbar 2026 ini. Berdasarkan data yang ditampilkan, Padang telah mengoleksi 26 medali emas, 23 perak, dan 15 perunggu, dengan total 64 medali.
Di posisi kedua masih dipertahankan oleh Kota Solok. Yakni dengan raihan 12 emas, 8 perak, dan 15 perunggu, atau total 35 medali. Sementara Kabupaten Padang Pariaman yang menempati posisi ketiga, tercatat mendapat 10 emas, 8 perak, dan 7 perunggu, sehingga mengoleksi 25 medali.
Kota Bukittinggi yang sekarang berada di peringkat keempat, mengantongi 9 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Adapun posisi kelima berhasil diambil alih Dharmasraya dari Sijunjung. Peroleh medali Dharmasraya tercatat sebanyak 7 emas, 5 perak, dan 8 perunggu.
Persaingan di papan tengah juga cukup ketat. Sijunjung yang sekarang di posisi keenam mengumpulkan 7 emas, 4 perak, dan 7 perunggu. Disusul Payakumbuh di peringkat ketujuh dengan 6 emas, 11 perak, dan 9 perunggu atau total 26 medali.
Selanjutnya, Kabupaten Tanah Datar mengoleksi 2 emas, 3 perak, dan 11 perunggu. Kota Sawahlunto berada di posisi kesembilan dengan 2 emas, 3 perak, dan 9 perunggu, disusul Kabupaten Pasaman Barat dengan 2 emas, 3 perak, dan 5 perunggu.
Berikutnya terdapat Kabupaten Pesisir Selatan (2 emas, 2 perak, 5 perunggu), Kota Pariaman (2 emas, 1 perak, 4 perunggu), dan Kabupaten Lima Puluh Kota yang mengoleksi 1 emas, 6 perak, dan 10 perunggu.
Sementara itu, Kabupaten Solok mengantongi 1 emas, 3 perak, dan 5 perunggu. Kabupaten Pasaman mengoleksi 1 emas, 2 perak, dan 5 perunggu, sedangkan Kota Padang Panjang mencatat 1 emas, tanpa perak, dan 2 perunggu.
Tiga daerah terbawah dalam daftar sementara belum memperoleh medali emas. Kabupaten Solok Selatan mencatat 2 perak dan 4 perunggu, Kabupaten Kepulauan Mentawai meraih 4 perunggu, sedangkan Kabupaten Agam mengoleksi 3 medali perunggu.
Dengan raihan 26 emas, Kota Padang masih menjadi kontingen teratas dalam klasemen sementara Porprov XVI Sumbar. Posisi tersebut sekaligus menunjukkan keunggulan Padang dalam perolehan medali emas, meski beberapa daerah lain memiliki jumlah medali keseluruhan yang cukup kompetitif.
Data klasemen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar ini akan terus berubah hingga puncak kompetisi pada 14 Oktober 2026. (*)
23:05
WIB
Padang
Maigus Nasir Dorong Siswa SMPN 32 Padang Siapkan Diri Hadapi Masa Depan
Padang, AyoSumbar.id – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, meminta siswa SMPN 32 Padang serius menimba ilmu dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri penutupan Pekan Olahraga, Seni, Agama, Teknologi, dan Kreativitas (Porsematik) 32 dalam rangka HUT ke-32 SMPN 32 Padang di Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, 5 Oktober 2026.
Menurut Maigus, pendidikan merupakan kunci utama dalam membentuk generasi yang lebih baik, maju, dan berkembang. Karena itu, ia mendorong para siswa untuk membangun pola pikir maju, memperluas wawasan, serta meningkatkan daya saing internasional.
Dorongan tersebut, kata dia, sejalan dengan Program Unggulan Padang Juara. Para siswa juga diminta mulai mempersiapkan diri sejak dini agar dapat memanfaatkan berbagai peluang pendidikan yang tersedia.
Salah satu peluang yang disiapkan Pemerintah Kota Padang adalah beasiswa bagi siswa berprestasi. Maigus berharap para siswa dapat mempersiapkan kemampuan mereka sehingga memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion pada kesempatan yang sama mengingatkan siswa agar membangun karakter berprestasi. Ia juga meminta mereka tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai rintangan di masa depan.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian penutupan Porsematik 32, kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-32 SMPN 32 Padang.
Kepala SMPN 32 Padang Rismawati menjelaskan, Porsematik 32 berlangsung selama sepekan. Kegiatan itu menghadirkan beragam perlombaan yang mencakup olahraga, seni, agama, teknologi, dan kreativitas.
Peringatan HUT ke-32 SMPN 32 Padang tahun ini dikemas berbeda. Selain melibatkan seluruh siswa, pihak sekolah juga mengundang sejumlah sekolah dasar di sekitar kawasan untuk turut memeriahkan kegiatan tersebut.
Penutupan Porsematik 32 dihadiri Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, serta Kepala SMPN 32 Padang Rismawati bersama majelis guru. (*)
22:59
WIB
Pariaman
Rehabilitasi Pasar di Kota Pariaman Dapat Tambahan Rp4,1 Miliar
Pariaman, AyoSumbar.id – Rehabilitasi pasar di Kota Pariaman mendapat tambahan anggaran Rp4,1 miliar untuk tahun anggaran 2026. Tambahan anggaran tersebut diperuntukkan bagi empat pasar. Yakni Pasar Rakyat Pariaman, Pasar Kuraitaji, Pasar Basah Pariaman dan Pasar Produksi Jati/Kuliner.
Kepastian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Antar Instansi dan Penyerahan DIPA Dana Tugas Perbantuan untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, di Arch Hotel Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin (5/10/2026).
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, hadir dengan didampingi Plt. Kepala Disperindagkop dan UKM Deddy Kurnia Illahi, serta Kepala UPT Pengelola Pasar Kota Pariaman.
“Tambahan anggaran itu dialokasikan untuk empat pasar, yakni Pasar Rakyat Pariaman, Pasar Kuraitaji, Pasar Basah Pariaman, dan Pasar Produksi Jati/Kuliner,” ujar Yota Balad.
Yota Balad menyebut pasar memiliki peran penting bagi perekonomian masyarakat. Karena itu, menurut dia, percepatan rehabilitasi fisik diperlukan agar pedagang dan pengunjung dapat melakukan aktivitas transaksi di fasilitas yang representatif, aman, dan nyaman.
Ia mengatakan rehabilitasi empat pasar tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Pariaman pada 2026. Tambahan anggaran diharapkan tidak hanya digunakan untuk memperbaiki fasilitas yang ada, tetapi juga meningkatkan kualitasnya agar lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa depan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi pascabencana sekaligus pembenahan infrastruktur di Kota Pariaman. Yota berharap tambahan anggaran rehabilitasi dapat segera masuk ke tahap eksekusi fisik. “Langkah itu diperlukan agar pekerjaan dapat diselesaikan sebelum berakhirnya tahun anggaran 2026,” tambahnya.
Rapat koordinasi tersebut dibuka oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Iqbal Shoffan Shofwan, Kepala Perencanaan dan Pengendalian/Analisis dan Evaluasi Posko Nasional Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pasca Bencana Brigjen TNI Andre Julian, serta Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Sri Sugy Atmanto.
Dengan tambahan bantuan anggaran 2026 tersebut, rehabilitasi empat pasar di Kota Pariaman diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas fasilitas perdagangan tradisional sekaligus mempercepat pembenahan pascabencana. (*)
